Gangguan Kesuburan pada Wanita, Ini yang Perlu Diketahui
Gangguan Kesuburan pada Wanita, Ini yang Perlu Diketahui

Gangguan Kesuburan pada Wanita, Ini yang Perlu Diketahui

detribpas.com – Gangguan kesuburan pada wanita menjadi momok yang cukup mengkhawatirkan karena dapat merenggut impian pasangan suami istri. Kondisi tersebut bisa menyebabkan sulitnya mendapatkan momongan meskipun sudah aktif melakukan hubungan seksual.

Infertilitas pada wanita memang menjadi salah satu penyebab utama sulitnya mendapatkan keturunan. Kondisi tersebut bisa terjadi oleh berbagai faktor, terutama karena masalah pada sistem reproduksi seperti gangguan hormon atau adanya kelainan.

Apabila selama 1 tahun setelah menikah apalagi sudah menjalani berbagai program hamil tapi tidak kunjung hamil memang sebaiknya perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut agar dapat mengetahui penyebab gangguan kesuburan pada wanita.

Berikut kami akan memberikan penjelasan tentang beberapa gangguan kesuburan yang dialami pada wanita yang harus diketahui. Jangan patah semangat, baca dulu informasi kesehatan berikut ini.

Faktor Penyebab Gangguan Kesuburan pada Wanita

Gangguan infertilitas bisa disebabkan oleh banyak hal, tapi secara umum karena adanya gangguan pada proses ovulasi sehingga sel telur sulit atau tidak bisa dibuahi oleh sperma, berikut beberapa faktor penyebabnya:

Gangguan Kesuburan pada Wanita, Ini yang Perlu Diketahui

  1. Gangguan Ovulasi

Gangguan ovulasi ditemukan paling umum menjadi faktor penyebab perempuan sulit hamil. Biasanya karena sel telur dilepaskan hanya pada waktu-waktu tertentu saja atau lebih lama dari yang seharusnya.

BACA JUGA:  Cara Aman Menjaga Kesehatan Bumil dan Janin di Kandungan

Gangguan kesuburan pada wanita pada ovulasi dapat terjadi pada beberapa kondisi seperti penderita tiroid (termasuk hipertiroid dan hipotiroid), sindrom ovarium polikistik dan kegagalan ovarium prematur.

  1. Kerusakan Tuba Falopi

Tuba Fallopi atau tabung saluran indung telur yang mengalami kerusakan akan menyebabkan sperma sulit membuahi sel telur. Kerusakan tersebut dapat terjadi karena beberapa hal, seperti radang panggul, pernah operasi besar (terutama pada panggul) dan tuberkulosis panggul.

  1. Endometriosis

Gangguan kesuburan pada wanita yang lain juga bisa disebabkan karena adanya jaringan tumbuh pada rahim atau disebut endometriosis. Misalnya ketika muncul jaringan parut yang bisa mengalami tuba falopi dan menghambat pembuahan.

  1. Submucosal Fibroid

Merupakan tumor jinak tapi tidak bersifat kanker, biasanya tumbuh di sekitar atau di dalam rahim. Tidak diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kemunculan submucosal fibroid, tapi berdampak mengurangi kesuburan karena dapat mencegah embrio tertanam di dalam rahim.

  1. Gangguan Lendir Serviks

Dalam kondisi normal, ketika wanita berovulasi maka lendir serviks jadi lebih tipis dan encer untuk memudahkan sperma membuahi sel telur. Namun apabila lendir tersebut tidak normal maka dapat menyulitkan proses pembuahan dan menghambat terjadinya kehamilan.

  1. Efek Samping Obat-obatan

Penyebab gangguan kesuburan lainnya juga dapat diakibatkan oleh penggunaan obat-obatan. Seperti obat antiinflamasi, obat antipsikotik dan terapi pengobatan kanker misalnya pasien kemoterapi. Penggunaan obat-obatan terlarang juga rentan mengalami gangguan infertilitas.

BACA JUGA:  Cara Mengatasi Jerawat dengan Benar, Jangan Asal Pakai Krim

Wanita yang Rentan Mengalami Gangguan Kesuburan

Gangguan kesuburan pada wanita akan meningkat kepada mereka yang masuk kategori faktor resiko. Selain karena faktor usia, pola hidup yang tidak sehat turut memberikan pengaruh besar terhadap infertilitas atau ketidaksuburan. Berikut diantaranya:

Gangguan Kesuburan pada Wanita, Ini yang Perlu Diketahui

  1. Pertambahan usia

Seiring bertambahnya usia wanita akan menurunkan kualitas reproduksinya, terutama pada produksi sel telur. Dari hasil studi menunjukkan wanita yang berusia 35 tahun akan lebih berpeluang hamil setelah melakukan hubungan seks selama 3 tahun tanpa kontrasepsi.

  1. Kebiasaan merokok

Gangguan kesuburan pada wanita juga rentan dialami oleh mereka yang punya kebiasaan merokok atau terpapar asap rokok. Asap rokok yang terhirup tersebut bisa menyebabkan kerusakan organ reproduksi seperti tuba fallopi, indung telur dan leher rahim.

Asap rokok berpengaruh buruk terhadap indung telur karena bisa menyebabkan penuaan lebih cepat sehingga mempersulit terjadinya kehamilan. Kebiasaan merokok juga meningkatkan resiko ibu hamil mengalami keguguran atau hamil ektopik.

  1. Berat badan lebih/ kurang

Wanita obesitas atau memiliki berat badan berlebih maupun yang terlalu rendah sekalipun bisa mengalami infertilitas. Jadi sebaiknya menjaga berat badan ideal agar kondisi kesuburan tetap baik dan peluang hamil lebih besar.

  1. Konsumsi minuman beralkohol

Kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol juga menjadi penyebab gangguan kesuburan pada wanita.Konsumsi alkohol bisa menyebabkan masalah ovulasi dan endometriosis yang menghambat proses pembuahan sehingga menjadi sulit hamil.

  1. Stres

Stres menyebabkan gangguan sistem hormon tubuh sekaligus kinerja organ reproduksi. Apabila tidak terkontrol, stres berkepanjangan juga akan berpengaruh terhadap kesuburan yang mengurangi peluang hamil karena menyebabkan gairah seksual menjadi berkurang.

BACA JUGA:  Penyakit Kista Ovarium pada Wanita Jangan Dianggap Sepele

Apakah Infertilitas pada Wanita Sudah Pasti Mandul?

Infertilitas memang lebih sering disebut sebagai kemandulan yang menyebabkan sulitnya mendapatkan keturunan. Namun apakah ketika mengalami gangguan kesuburan pada wanita sudah dipastikan mandul dan tidak dapat diobati?

Kemandulan sendiri sebenarnya dapat terjadi pada pasangan yang belum maupun sudah mempunyai anak. Untuk memastikan kondisi infertilitas perlu dilakukan pengecekan secara medis.

Ada kondisi dimana mandul bisa diatasi, tapi ada juga yang tidak dapat dilakukan pengobatan apapun. Beberapa tes medis yang biasanya dilakukan untuk pengecekan infertilitas diantaranya:

  1. Tes ovulasi: melakukan pengukuran kadar hormon untuk mengetahui kualitas ovulasi wanita
  2. Pemeriksaan cadangan sel telur: untuk mengetahui kualitas dan jumlah sel telur ketika ovulasi
  3. Tes pencitraan: untuk mendeteksi ada tidaknya kelainan indung telur, rahim dan tuba Fallopi melalui USG, CT Scan, MRI atau HSG.
  4. Histeroskopi: untuk mendeteksi adanya kelainan pada leher rahim atau serviks
  5. Tes hormon: mengetahui adanya kelainan hormon yang menyebabkan gangguan infertilitas

Setelah melalui serangkaian tes, dokter akan menginformasikan apakah infertilitas tersebut dapat diobati atau tidak. Maka dari itu, bagi setiap pasangan yang tidak kunjung dikaruniai anak meskipun telah aktif berhubungan seksual selama 1 tahun atau lebih sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Untuk itu Anda perlu menyadari sejak awal. Mengetahui sedini mungkin ada tidaknya gangguan kesuburan pada wanita bisa meningkatkan peluang untuk mendapatkan penanganan dengan tepat dan segera. (Red-detribpas.com)