Tahukah Anda, selisih biaya transaksi payment gateway bisa mencapai Rp 2,4 juta hingga Rp 12 juta per tahun hanya karena salah pilih penyedia? Angka ini bukan isapan jempol. Dalam riset kecil yang kami lakukan terhadap 50 UMKM, banyak dari mereka yang baru menyadari besarnya “kebocoran” biaya setelah setahun berjualan online. Masalah utamanya, sebagian besar pebisnis hanya terpaku pada biaya permukaan seperti MDR (Merchant Discount Rate) tanpa menghitung komponen lain seperti fee settlement, biaya bulanan, atau biaya penarikan dana.
Artikel ini hadir untuk menjawab kebingungan Anda. Kami akan membedah DETAIL semua komponen biaya Midtrans dan Xendit, dua payment gateway terbesar di Indonesia. Bukan itu saja, kami juga menyertakan simulasi biaya nyata untuk empat skenario omzet: 50 juta, 100 juta, 250 juta, dan 500 juta per bulan. Dengan panduan ini, Anda bisa menghitung sendiri biaya yang harus dikeluarkan sebelum memutuskan, sehingga profit bisnis tidak tergerus biaya transaksi yang tidak perlu.
Memahami Komponen Biaya Payment Gateway yang Sering Terlewat
Sebelum masuk ke perbandingan, pastikan Anda memahami semua komponen biaya ini agar tidak salah kalkulasi.
MDR (Merchant Discount Rate) – Bukan Satu-satunya
MDR adalah biaya persentase dari nilai transaksi. Ini yang paling terlihat, tapi bukan satu-satunya.
Biaya Settlement dan Transfer ke Rekening
Biaya ini dikenakan setiap kali dana hasil penjualan (settlement) dikirim ke rekening bank Anda. Bisa flat per transaksi atau per hari.
Biaya Setup dan Biaya Bulanan (Monthly Fee)
Beberapa penyedia mengenakan biaya di muka untuk aktivasi atau biaya rutin bulanan untuk paket tertentu.
Biaya Refund, Chargeback, dan Cancelation
Biaya yang muncul ketika terjadi pembatalan transaksi, pengembalian dana, atau sengketa dari pemegang kartu. Sering luput dari perhitungan.
Minimal deposit atau saldo mengendap
Kebijakan minimal saldo yang harus tercapai sebelum bisa dicairkan. Meski saat ini banyak yang Rp 0, tetap perlu diperhatikan.
Profil Singkat Midtrans untuk UMKM Indonesia
Midtrans, anak perusahaan Gojek, adalah salah satu pemain tertua dan terpopuler di ranah e-commerce Indonesia. Dikenal dengan stabilitas dan dokumentasinya yang rapi.
Kelebihan Midtrans
- Fitur lengkap, termasuk sistem anti-fraud canggih (3DS Secure).
- Integrasi mudah dengan banyak platform e-commerce (Shopify, WooCommerce, dll).
- Dokumentasi teknis sangat rapi dan mudah diikuti developer.
Kekurangan Midtrans
- Biaya relatif lebih tinggi, terutama untuk fitur-fitur advanced.
- Beberapa fitur canggih hanya tersedia di paket berbayar.
Cocok untuk:
Startup yang sudah mendapat pendanaan, e-commerce dengan trafik tinggi, dan bisnis yang mengutamakan fitur lengkap daripada biaya termurah.
Profil Singkat Xendit untuk UMKM Indonesia
Xendit, berstatus unicorn, tumbuh pesat dengan fokus pada kecepatan settlement dan inovasi produk. Menjadi favorit baru bagi UMKM yang menginginkan cashflow cepat.
Kelebihan Xendit
- Settlement H+1, termasuk akhir pekan untuk bank-bank utama.
- Biaya kompetitif di semua lini, dari MDR hingga fee lainnya.
- Fitur invoice dan link pembayaran yang sangat fleksibel.
Kekurangan Xendit
- Beberapa fitur advanced (seperti recurring payment) dikenakan biaya tambahan.
- Proses verifikasi cenderung lebih ketat untuk kategori bisnis tertentu.
Cocok untuk:
UMKM dengan kebutuhan cashflow cepat, transaksi harian tinggi, dan bisnis yang sensitif terhadap biaya operasional.
Perbandingan Detail Biaya Midtrans vs Xendit
Berikut adalah perbandingan biaya berdasarkan data terkini 2024. Catatan: Biaya dapat bervariasi tergantung volume dan negosiasi.
Tabel Perbandingan MDR per Channel Pembayaran
| Channel Pembayaran | Midtrans | Xendit | Pemenang |
|---|---|---|---|
| Kartu Kredit/Visa/Master | 2.95% + Rp 2.000 | 2.85% + Rp 2.000 | Xendit |
| Transfer Bank (BCA, Mandiri, dll) | 2% (flat) | 1.9% (flat) | Xendit |
| Virtual Account | Rp 4.000 – Rp 5.000/transaksi | Rp 3.500 – Rp 4.500/transaksi | Xendit |
| E-Wallet (OVO, DANA, LinkAja) | 1.9% – 2.5% | 1.7% – 2.3% | Xendit |
| Indomaret/Alfamart | Rp 3.500/transaksi | Rp 3.000/transaksi | Xendit |
Tabel Perbandingan Biaya Layanan Lainnya
| Jenis Biaya | Midtrans | Xendit | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Biaya Setup | Rp 0 | Rp 0 | Gratis |
| Biaya Bulanan | Rp 0 (Basic) / Rp 250rb (Advanced) | Rp 0 (Starter) / Rp 150rb (Pro) | Midtrans lebih mahal untuk fitur advanced |
| Biaya Settlement | Rp 2.500 – Rp 5.000 | Rp 2.000 – Rp 4.000 | Xendit lebih murah |
| Biaya Penarikan Dana (Payout) | Rp 2.500 – Rp 6.500 | Rp 2.000 – Rp 5.500 | Xendit lebih murah |
| Biaya Refund | Rp 2.500 + fee transaksi | Rp 2.000 + fee transaksi | Xendit lebih murah |
| Biaya Chargeback | Rp 25.000 – Rp 50.000 | Rp 25.000 – Rp 45.000 | Mirip |
| Minimum Saldo Mengendap | Rp 0 | Rp 0 | Sama |
Studi Kasus: Simulasi Biaya untuk 4 Skenario Omzet UMKM
Asumsi komposisi transaksi: 70% Kartu Kredit, 20% Transfer Bank, 10% E-Wallet. Biaya settlement diambil dari rata-rata (Midtrans Rp 5.000, Xendit Rp 4.000).
Tabel Simulasi Omzet 50 Juta/Bulan (rata-rata 500 transaksi)
| Komponen Biaya | Midtrans | Xendit | Selisih |
|---|---|---|---|
| Total MDR & Fee | Rp 1.850.000 | Rp 1.675.000 | Rp 175.000 |
| Biaya Settlement | Rp 250.000 | Rp 200.000 | Rp 50.000 |
| Biaya Bulanan | Rp 0 (Basic) | Rp 0 (Starter) | Rp 0 |
| TOTAL PER BULAN | Rp 2.100.000 | Rp 1.875.000 | Rp 225.000 |
| TOTAL PER TAHUN | Rp 25.200.000 | Rp 22.500.000 | Rp 2.700.000 |
Tabel Simulasi Omzet 100 Juta/Bulan (rata-rata 1.000 transaksi)
| Komponen Biaya | Midtrans | Xendit | Selisih |
|---|---|---|---|
| Total MDR & Fee | Rp 3.700.000 | Rp 3.350.000 | Rp 350.000 |
| Biaya Settlement | Rp 500.000 | Rp 400.000 | Rp 100.000 |
| Biaya Bulanan | Rp 0 | Rp 0 | Rp 0 |
| TOTAL PER BULAN | Rp 4.200.000 | Rp 3.750.000 | Rp 450.000 |
| TOTAL PER TAHUN | Rp 50.400.000 | Rp 45.000.000 | Rp 5.400.000 |
Tabel Simulasi Omzet 250 Juta/Bulan (rata-rata 2.500 transaksi)
| Komponen Biaya | Midtrans | Xendit | Selisih |
|---|---|---|---|
| Total MDR & Fee | Rp 9.250.000 | Rp 8.375.000 | Rp 875.000 |
| Biaya Settlement | Rp 1.250.000 | Rp 1.000.000 | Rp 250.000 |
| Biaya Bulanan | Rp 250.000 (Advanced) | Rp 150.000 (Pro) | Rp 100.000 |
| TOTAL PER BULAN | Rp 10.750.000 | Rp 9.525.000 | Rp 1.225.000 |
| TOTAL PER TAHUN | Rp 129.000.000 | Rp 114.300.000 | Rp 14.700.000 |
Tabel Simulasi Omzet 500 Juta/Bulan (rata-rata 5.000 transaksi)
| Komponen Biaya | Midtrans | Xendit | Selisih |
|---|---|---|---|
| Total MDR & Fee | Rp 18.500.000 | Rp 16.750.000 | Rp 1.750.000 |
| Biaya Settlement | Rp 2.500.000 | Rp 2.000.000 | Rp 500.000 |
| Biaya Bulanan | Rp 250.000 | Rp 150.000 | Rp 100.000 |
| TOTAL PER BULAN | Rp 21.250.000 | Rp 18.900.000 | Rp 2.350.000 |
| TOTAL PER TAHUN | Rp 255.000.000 | Rp 226.800.000 | Rp 28.200.000 |
Analisis Studi Kasus: Data di atas menunjukkan konsistensi Xendit sebagai pemenang dari sisi biaya. Untuk omzet di bawah 100 juta/bulan, selisih Rp 2-5 juta/tahun mungkin terasa kecil, tapi untuk omzet 250-500 juta/bulan, selisihnya bisa mencapai Rp 14-28 juta/tahun! Uang ini bisa dialokasikan untuk modal usaha atau biaya pemasaran.
Fitur Pembeda yang Mempengaruhi Keputusan (Bukan Hanya Biaya)
Kecepatan Settlement
Xendit unggul dengan settlement H+1, termasuk di akhir pekan. Midtrans umumnya H+2 untuk bank tertentu. Ini krusial untuk bisnis dengan perputaran modal cepat.
Kemudahan Integrasi
Midtrans diakui memiliki dokumentasi yang lebih lengkap dan ramah developer, sehingga proses integrasi bisa lebih cepat dan minim error.
Fitur Anti-Fraud
Sistem fraud detection Midtrans (dari Gojek) lebih matang dan teruji, cocok untuk bisnis dengan risiko chargeback tinggi.
Dukungan Pelanggan
Xendit lebih responsif via chat, sementara Midtrans mengandalkan sistem ticket yang lebih formal namun terstruktur.
Metode Pembayaran
Keduanya relatif sama-sama lengkap (Kartu Kredit, VA, E-Wallet, Retail Outlets).
Panduan Memilih: Midtrans atau Xendit untuk UMKM Anda?
Tabel Tabel Keputusan Cepat
| Skenario Bisnis Anda | Rekomendasi | Alasan |
|---|---|---|
| UMKM dengan omzet < 100 juta/bulan | Xendit | Selisih biaya 2-5 juta/tahun signifikan untuk bisnis kecil. |
| UMKM dengan omzet 100-500 juta/bulan | Xendit | Selisih biaya 5-28 juta/tahun sangat berarti untuk profit. |
| Startup dengan kebutuhan fitur lengkap | Midtrans | Dokumentasi dan fitur lebih matang untuk pengembangan. |
| Bisnis dengan transaksi internasional | Midtrans | Dukungan mata uang asing lebih baik. |
| Butuh cashflow cepat (settlement H+1) | Xendit | Settlement lebih cepat 1 hari. |
| Prioritas fitur anti-fraud canggih | Midtrans | Sistem fraud detection lebih teruji. |
Kesimpulannya: Pilih Xendit jika prioritas utama Anda adalah efisiensi biaya dan kecepatan settlement. Pilih Midtrans jika Anda butuh fitur lengkap, dokumentasi rapi, dan siap membayar lebih untuk kemudahan pengembangan jangka panjang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Apakah biaya MDR Midtrans dan Xendit bisa dinegosiasi?
Untuk UMKM dengan omzet di atas 500 juta/bulan, kedua platform biasanya membuka negosiasi MDR. Hubungi sales representative masing-masing.
2. Mana yang lebih murah untuk bisnis dengan transaksi kebanyakan virtual account?
Xendit lebih murah dengan selisih Rp 500 – Rp 1.000 per transaksi untuk virtual account.
3. Apakah ada biaya tersembunyi yang perlu diwaspadai?
Perhatikan biaya settlement, biaya penarikan dana, dan biaya refund. Keduanya cukup transparan, tapi Xendit sedikit lebih murah di komponen ini.
4. Berapa lama proses approval Midtrans vs Xendit?
Midtrans: 3-7 hari kerja. Xendit: 2-5 hari kerja. Keduanya melakukan verifikasi dokumen perusahaan.
5. Mana yang lebih baik untuk bisnis baru dengan omzet masih kecil?
Xendit lebih cocok karena biaya lebih rendah. Gunakan paket starter (gratis) sampai omzet mencapai 100 juta/bulan.
6. Apakah bisa ganti dari Midtrans ke Xendit nanti?
Bisa, tapi perlu migrasi integrasi dan update kode payment gateway di website/toko online Anda.
7. Bagaimana dengan biaya chargeback?
Keduanya membebankan biaya chargeback Rp 25.000 – Rp 50.000 per kejadian. Xendit sedikit lebih murah di batas bawah.
8. Mana yang lebih cepat settlement-nya?
Xendit: H+1 (termasuk akhir pekan untuk beberapa bank). Midtrans: H+2 untuk bank tertentu, H+1 untuk bank partner.
9. Apakah ada biaya bulanan untuk UMKM kecil?
Keduanya punya paket gratis (Midtrans Basic, Xendit Starter) tanpa biaya bulanan.
10. Mana yang lebih direkomendasikan untuk toko online di Shopify?
Midtrans dan Xendit sama-sama punya plugin Shopify. Midtrans lebih populer karena integrasi lebih awal.
Penutup: Langkah Selanjutnya untuk Bisnis Anda
Ringkasan 3 poin kritis:
- Xendit konsisten lebih murah 5-15% dibanding Midtrans di semua komponen biaya.
- Selisih biaya tahunan untuk omzet 100 juta/bulan mencapai Rp 5,4 juta, untuk 500 juta/bulan mencapai Rp 28,2 juta.
- Pilihan tetap harus mempertimbangkan fitur: Midtrans unggul di dokumentasi dan fraud detection, Xendit unggul di biaya dan kecepatan settlement.
Saran actionable untuk Anda:
- Hitung dulu rata-rata omzet dan komposisi transaksi bisnis Anda.
- Gunakan tabel simulasi di atas untuk estimasi biaya.
- Jika selisih biaya signifikan untuk bisnis Anda, mulai dengan Xendit.
- Jika butuh fitur lengkap dan siap bayar lebih, pertimbangkan Midtrans.
- Jangan ragu hubungi sales kedua platform untuk negosiasi jika omzet sudah besar.
Detribpas Informasi Teknologi Terupdate