Faktor Eksternal Penyebab Perubahan Sosial
Faktor Eksternal Penyebab Perubahan Sosial

Faktor Eksternal Penyebab Perubahan Sosial

Faktor Eksternal Penyebab Perubahan Sosial, Berikut ini dibahas faktor penyebab perubahan sosial perubahan sosial budaya faktor penyebab perubahan sosial faktor internal penyebab perubahan sosial faktor internal penyebab perubahan sosial dan faktor eksternal penyebab perubahan sosial.

Faktor Penyebab Perubahan Sosial Budaya

Faktor penyebab perubahan sosial secara garis besar dapat dibedakan menjadi faktor yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri (faktor internal) dan faktor yang berasal dari luar masyarakat (faktor eksternal).

Faktor Internal

Faktor internal adalah faktor-faktor yang terjadi dalam suatu masyarakat seperti:

Bertambah atau Berkurangnya Penduduk

Bertambah atau Berkurangnya Penduduk

Pertambahan penduduk yang cepat telah membawa perubahan struktur sosial terutama perubahan sistem sosial.

Ada perubahan dalam organisasi sistem hak milik. Orang-orang menyadari hak milik pribadi mereka seperti pembagian keuntungan hipotek sewa tanah yang tidak diketahui sampai sekarang.

Penurunan populasi mungkin karena migrasi (misalnya emigrasi) dari desa ke kota atau dari daerah ke daerah lain.

Migrasi penduduk dapat menciptakan lapangan pekerjaan misalnya di bidang-bidang seperti pembagian kerja dan stratifikasi sosial yang mempengaruhi pranata sosial.

Penemuan-Penemuan Baru

Penemuan-Penemuan Baru

Faktor Eksternal Penyebab Perubahan Sosial, Munculnya penemuan-penemuan baru mengarah pada perubahan. Proses menemukan sesuatu yang baru disebut inovasi. Inovasi sebagai penyebab perubahan terbagi dalam dua kategori: penemuan dan penemuan.

Penemuan adalah penemuan alat-alat baru atau ide-ide baru yang diciptakan oleh individu atau entitas budaya baru yang menyerupai jaringan individu dalam masyarakat terkait.

Inovasi adalah penemuan baru yang telah diakui dan dilaksanakan oleh masyarakat. Jadi jika masyarakat mengakui menerima dan menerapkan penemuan baru maka penemuan baru tersebut menjadi sebuah inovasi.

Setiap perusahaan memiliki orang-orang tertentu yang menyadari kekurangan dalam budaya perusahaan mereka.

Ada banyak yang menerima kelemahan ini sebagai sesuatu yang dapat diterima.

Orang lain mungkin tidak senang dengan situasinya tetapi tidak mampu memperbaiki situasinya. Mereka inovatif.

Keinginan perusahaan akan kualitas ahli juga merupakan kekuatan pendorong di balik penciptaan penemuan baru.

Keinginan ahli untuk meningkatkan kualitas kreativitas menjadi pendorong untuk mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan kreatif baru.

Mereka yang menemukan hal-hal baru seringkali menerima penghargaan atau penghargaan atas pekerjaannya. Ini adalah insentif untuk menjadi lebih aktif.

Selain penemuan-penemuan baru di bidang unsur budaya fisik atau jasmani ada juga penemuan-penemuan baru di bidang unsur budaya spiritual seperti adanya aliran pemikiran baru akidah baru sistem hukum baru dll.

Inovasi yang oleh Ogburn dan Nemcoff disebut sebagai inovasi sosial adalah pembentukan kelompok individu baru atau pembentukan kebiasaan baru dan sikap sosial baru.

Namun dampaknya terhadap institusi sosial lebih penting daripada dampaknya terhadap bidang kehidupan lainnya.

Misalnya pengenalan nasionalisme di Indonesia pada awal abad ke-20 oleh mereka yang mengenyam pendidikan Barat.

Sebuah gerakan kebebasan politik lahir setelah gerakan itu organisasi-organisasi sosial bergabung dengan partai-partai politik yang baru diakui.

Pertentangan (Konflik)

Pertentangan (Konflik)

Collide berasal dari konjugasi kata kerja latin yang berarti saling serang. Konflik didefinisikan dalam istilah sosiologis sebagai proses sosial antara dua orang atau lebih (yang dapat berupa kelompok) di mana salah satu pihak berusaha untuk menyingkirkan yang lain dengan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.

Persaingan didorong oleh perbedaan atribut yang dibawa masing-masing individu ke dalam perdagangan. Apa perbedaan antara kecerdasan fisik pengetahuan kebiasaan keyakinan dll.?

Konflik merupakan suatu kondisi yang wajar dalam setiap masyarakat jika interaksi sosial melibatkan karakteristik individu dan tidak ada masyarakat yang pernah mengalami konflik antara anggotanya atau kelompok sosial lainnya.

Sebaliknya integrasi yang tidak lengkap dapat menimbulkan konflik. Adanya konflik dalam masyarakat dapat menimbulkan perubahan sosial dan budaya.

Konflik dapat terjadi antara individu dan kelompok atau antar kelompok.

Konflik antara kelompok usia yang lebih tua dan lebih muda dapat terjadi. Kontradiksi semacam itu sangat umum terjadi pada masyarakat yang telah berkembang dari tingkat tradisional ke tingkat modern.

Generasi baru yang kepribadiannya belum terbentuk lebih cenderung menerima unsur-unsur budaya asing (seperti budaya Barat) ke tingkat yang lebih tinggi.

Situasi ini telah menyebabkan beberapa perubahan dalam masyarakat misalnya pergaulan bebas laki-laki dan perempuan.

Terjadinya Pemberontakan atau Revolusi di Dalam Tubuh Masyarakat itu Sendiri

faktor eksternal penyebab perubahan sosial

Perubahan terjadi melalui pemberontakan kekuatan sosial terhadap kondisi yang ada.

Contohnya adalah Revolusi Prancis di mana kelas bawah yang tertindas memberontak melawan monarki yang berat.

Contoh lainnya adalah Revolusi Oktober di Rusia pada tahun 1917 yang membawa perubahan besar.

Negara yang semula monarki otokratis berubah menjadi kediktatoran proletar menurut ideologi Marxisme.

Faktor Eksternal

Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar masyarakat. Faktor eksternal yang dapat menyebabkan perubahan sosial budaya antara lain

Lingkungan Alam Fisik yang Ada di Sekitar Manusia

Perubahan dapat disebabkan oleh cuaca fisik seperti gempa bumi angin topan dan banjir besar. Orang-orang yang tinggal di daerah ini terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Jika suatu komunitas tinggal di pemukiman baru ia harus beradaptasi dengan kondisi alam yang baru.

Mereka dulu mencari nafkah sebagai nelayan tetapi setelah tsunami melanda mereka mereka meninggalkan desa mereka dan menetap di daerah yang memungkinkan untuk bercocok tanam.

Ini mengubah masyarakat. Misalnya institusi sosial baru seperti pertanian muncul.

Misalnya lapisan tanah atas tidak diperhitungkan karena penggunaan lahan yang luas.

Penambangan tanpa perhitungan yang matang seringkali dapat membawa bencana bagi masyarakat sekitar.

Misalnya penambangan berisiko tinggi di lubang yang dalam akan rentan terhadap kebocoran dan kontaminasi terutama di pemukiman padat penduduk.

Kejadian-kejadian tersebut dapat mengakibatkan para penyandang masalah terpaksa meninggalkan rumahnya untuk tinggal di tempat lain yang tidak nyaman dan terputus dari kesehariannya.

Peperangan

faktor eksternal penyebab perubahan sosial

Perang dengan bangsa lain dapat membawa perubahan besar baik dalam institusi sosial maupun struktur sosial.

Negara pemenang dalam perang biasanya memaksa negara yang kalah untuk tunduk dan menerima apapun yang diinginkan oleh negara pemenang termasuk menerima budayanya.

Misalnya Irak yang kalah perang melawan koalisi pimpinan AS harus menerima syarat dari AS yang menggantikan sistem demokrasi sebelumnya.

Pengaruh Kebudayaan Masyarakat Lain

Paparan budaya lain dapat menyebabkan perubahan sosial dan budaya.

Hubungan yang terpelihara secara fisik antara kedua komunitas tersebut merupakan makna timbal balik yang saling mempengaruhi tetapi juga mempengaruhi satu sama lain.

Namun jika hubungan dikomunikasikan melalui media massa seperti radio televisi majalah film dan surat kabar maka pengaruh hanya datang dari satu sisi yaitu dari pengguna aktif media tersebut.

Pihak lain cenderung tidak mempengaruhi orang lain.

Jika efek tersebut dicapai dengan paksaan dari pihak yang tidak terpengaruh maka efek tersebut disebut efek demonstratif dalam ilmu ekonomi. Proses penerimaan pengaruh budaya disebut akulturasi dalam antropologi budaya.

Dalam perjumpaan dengan budaya-budaya ini yang satu tidak selalu mempengaruhi yang lain dan terkadang dua budaya yang seimbang saling eksklusif.

Hal ini mungkin karena sebelumnya telah terjadi konflik fisik yang diikuti dengan konflik non material antara kedua komunitas tersebut. Situasi ini disebut permusuhan budaya.

Ketika dua budaya bertemu peniruan dimungkinkan ketika satu budaya memiliki tingkat teknologi yang lebih tinggi di beberapa elemen pertama berasimilasi dengan budaya asli tetapi secara bertahap menggantikan elemen budaya asli. Melalui unsur budaya luar.

Misalnya sekarang orang Indonesia biasanya memakai pakaian barat karena lebih praktis.

Mereka jarang memakai pakaian adat kecuali pada acara-acara tertentu seperti upacara resmi seperti pernikahan. Istilah-istilah berikut akrab dalam kaitannya dengan pengaruh budaya masyarakat lain.

Akulturasi (cultural contact)

Artinya suatu kebudayaan tertentu yang unsur-unsur suatu kebudayaan asing secara berangsur-angsur diasimilasi atau dimasukkan ke dalam kebudayaan sendiri (asli) tetapi tidak menghilangkan ciri-ciri kebudayaan lama berhadapan dengan unsur-unsur kebudayaan asing.

Inilah yang terjadi selama pengumpulan.

Substitusi berarti mengganti elemen budaya yang ada yang melibatkan banyak perubahan struktural kecil.

Penyangkalan berubah begitu cepat sehingga banyak orang tidak dapat menerimanya yang berujung pada penyangkalan terhadap pemberontakan revivalis.

Difusi

Ini adalah distribusi unsur-unsur budaya dari satu tempat ke tempat lain dari orang ke orang dari masyarakat ke masyarakat. Orang bisa mendapatkan pengetahuan baru dari hasil pencarian. Jenis-jenis publisitas adalah sebagai berikut.

Penetrasi

Artinya penghancuran budaya kuno yang didatangi dengan paksa masuknya unsur-unsur budaya asing.

Jika budaya baru itu seimbang dengan budaya lokal dan masing-masing budaya jarang mengubah atau mempengaruhi yang lain itu disebut hubungan simbiosis.

Invasi

Yaitu masuknya unsur budaya asing ke dalam budaya lokal melalui perang (invasi) asing terhadap negara lain.

Asimilasi

yaitu proses adaptasi (individu/kelompok orang asing) terhadap budaya lokal. Melalui asimilasi baik kelompok asli maupun pendatang melebur menjadi satu kesatuan budaya. Alasan asimilasi adalah: toleransi simpati kepentingan bersama dan pernikahan.