5 Macam Gaya Belajar Anak untuk Optimalkan Kecerdasan

5 Macam Gaya Belajar Anak untuk Optimalkan Kecerdasan

detribpas.com – Memahami gaya belajar anak perlu dilakukan. Karena setiap anak memiliki cara atau gaya berbeda – beda. Setiap orang tua memiliki peranan cukup penting agar bisa membantu dalam belajar.

Mengapa demikian? Karena sudah terbukti bahwa kecerdasan bisa menjadi lebih optimal jika seseorang menggunakan cara yang disesuaikan oleh dirinya sendiri.

Terlebih setiap anak memiliki daya tangkap, daya cerna terhadap sesuatu itu akan berbeda – beda. Apabila tidak sesuai gayanya maka akan sulit bagi anak menerima suatu materi.

Kebanyakan anak – anak tidak mengetahui cara yang cocok dengan dirinya. Karena setiap anak tidak berfikir sejauh itu hingga mengetahui kemampuan daya tangkapnya sendiri.

Maka dari itu orang dewasa, dalam hal ini orang tua dan guru memiliki peranan sangat penting dalam menentukan gaya belajar pada anak. Maka kecerdasan menjadi lebih optimal.

5 Macam Gaya Belajar Anak untuk Pegoptimalan Kecerdasan

Setiap anak memiliki caranya tersendiri, dalam teori setidaknya terdapat 5 macam gaya atau tipe. Setiap tipe tersebut jika diterapkan pada orang yang tepat akan membantu pengoptimalan kecerdasan.

Mengapa kecerdasan menjadi lebih optimal? Tentu saja karena cara yang sesuai maka membuat seseorang menjadi lebih mudah menangkap pelajaran.

Misalnya anak yang lebih mudah memahami apabila mendengarkan, jika dipaksa harus mencatat maka ia akan kebingungan. Meskipun tetap bisa dilakukan, kenyataannya tidak akan optimal.

BACA JUGA:  Manfaat Outbound untuk Anak Sebagai Sarana Edukasi

Maka dari itu, jika gaya belajar anak disesuaikan bersama karakter dirinya maka ia akan lebih mudah menerima bahan pelajaran yang sedang diajarkan.

Melihat pentingnya hal tersebut demi memperoleh kecerdasan yang optimal, maka dari itu berikut akan kami uraikan mengenai 5 macam gaya untuk pengoptimalan kecerdasan buah hati.

5 Macam Gaya Belajar Anak untuk Optimalkan Kecerdasan

  1. Gaya Belajar Visual

Pertama yakni gaya belajar visual. cara satu ini biasanya memiliki ciri tersendiri. Umumnya anak yang memiliki cara ini cenderung lebih rapi dan teratur dalam melakukan segala sesuatu.

Seperti namanya yakni belajar dengan cara melihat. Kemampuannya daya tangkapnya akan lebih baik apabila melihat sesuatu secara tajam dan teliti.

Anak – anak umumnya lebih mengoptimalkan indra penglihatannya saja. Maka dari itu tidak hanya penjelasan saja, namun perlu diberikan contoh secara nyata mengenai materi ajar yang sedang berlangsung.

gaya belajar anak tipe visual memiliki ciri tertentu. Dengan ciri ini, para orang dewasa diharapkan bisa menentukan yang sesuai untuk sang buah hatinya.

Cirinya biasanya ditandai gemar membaca, tidak terganggu adanya suara berisik, kemampuan ingat lebih cepat apabila melihat, lebih menyukai pelajaran peragaan atau praktik dan lain sebagainya.

  1. Gaya Belajar Auditori

Kedua gaya belajar auditori. Jika sebelumnya cenderung dengan melihat. gaya belajar anak satu ini lebih cenderung mendengarkan. Tipe ini membuat anak lebih mudah menangkap materi dengan mendengar.

BACA JUGA:  Perbedaan Pendidikan Kurikulum Internasional dengan Lokal

Oleh karenanya seseorang dengan tipe ini akan kesulitan berkonsentrasi jika keadaan sedang berisik. Semua ini karena ia merasa lebih fokus dengan mendengarkan.

Apabila pendengarannya terganggu dengan berbagai suara lain seperti berisik akan mengurangi fokus dan daya tangkapnya. Maka dari itu apabila orang tua mengetahui anaknya dengan tipe ini jangan mengganggu konsentrasi anak.

Agar lebih memahami gaya belajar anak tipe ini, berikut cirinya. Pertama tipe ini lebih suka bertanya langsung, daya ingat lebih baik dengan mendengarkan, tipe ini senang berdiskusi dan lain sebagainya.

  1. Gaya Belajar Kinestetik

Ketiga gaya belajar kinestetik. tipe satu ini gabungan dari kedua tipe sebelumnya yakni visual dan auditori. Namun memiliki perbedaan dan keunikannya tersendiri.

Seseorang dengan tipe ini cenderung lebih banyak bergerak. Ia akan lebih banyak menggerakan diri, menggerakkan pulpen atau mengunyah sesuatu. Jika buah hati dengan tipe ini jangan dimarahi.

Hal tersebut dilakukan olehnya diluar kesadarannya. Ia melakukan aktivitas tersebut agar lebih merasa fokus. Namun kadang kala orang tua justru menganggapnya tidak serius dalam belajar.

Maka dari itu apabila sang buah hati memiliki ciri gaya belajar anak tersebut biarkan saja. Cukup awasi saja, namun jangan sesekali menyuruhnya berhenti melakukan aktivitasnya.

5 Macam Gaya Belajar Anak untuk Optimalkan Kecerdasan

  1. Gaya Belajar Global

Keempat gaya belajar global. Anak – anak dengan tipe ini cenderung memiliki kemampuan daya tangkap dalam memahami sebuah permasalahan bisa dilakukan dengan menyeluruh dan baik.

BACA JUGA:  Pentingnya Pendidikan bagi Manusia untuk Kesejahteraan

Tipe ini memiliki ciri yakni bisa mengerjakan seluruh tugas secara sekaligus. Ia juga lebih cocok melakukan kerjasama dengan pihak lain, dan bisa mengutarakan dengan baik sesuatu yang dilihatnya.

Gaya belajar anak ini umumnya mampu memahami keadaan sekitar dengan baik. Kemudian bisa menterjemahkan keadaan tersebut menggunakan bahasanya sendiri.

Apabila buah hati Anda tidak tergolong dalam tipe – tipe yang telah dijelaskan sebelumnya. Kemungkinan ia termasuk gaya belajar global. Jika benar, Anda hanya perlu mendukungnya.

  1. Gaya Belajar Analitik

Kelima dan terakhir gaya belajar analitik. Tipe ini memiliki kecenderungan menangkap materi dengan cara ditelaah dan dipastikan semuanya secara menyeluruh, teliti dan terperinci.

Anak – anak dengan tipe ini umumnya akan memiliki sifat yang spesifik dan teratur. Dalam mengerjakan tugas ia akan mengerjakannya dengan cara bertahap.

Ciri dari gaya belajar anak analitik yakni dapat berfikir secara logis, konsisten dalam belajar, fokus dalam mengerjakan tugas atau sebuah permasalahan, dan lain sebagainya.

Biasanya anak – anak dengan tipe ini lebih mempercayai daya dan fakta dari pada opini seseorang. Sehingga ketika diberikan sebuah persoalan ia akan mengutamakan kedua hal tadi.

Dari setiap tipe atau gaya tadi akan dimiliki oleh setiap individu. Sebagai orang tua wajib mengetahui gaya belajar anak dengan melihat ciri dari kelima tipe tersebut. (Red-detribpas.com)