class="cfmonitor">
Penyakit Kista Ovarium pada Wanita Jangan Dianggap Sepele

Penyakit Kista Ovarium pada Wanita Jangan Dianggap Sepele

detribpas.com – Mendengar penyakit kista ovarium tentu menjadi momok yang cukup dikhawatirkan bagi setiap wanita. Apalagi kebanyakan masyarakat menganggap bahwa penyakit tersebut sama halnya dengan kanker yang sulit untuk disembuhkan.

Namun sebenarnya tidak semua perempuan yang menderita penyakit tersebut dianggap berbahaya. Apabila terdeteksi sejak dini maka dapat segera ditangani agar tidak semakin parah.

Kista sendiri merupakan penyakit yang berkaitan dengan organ reproduksi wanita, khususnya jika masih mengalami menstruasi. Meskipun bukan masalah serius, tetapi kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan dan harus segera mendapat penanganan.

Hal itu karena ada beberapa risiko terkena kista ovarium bisa terjadi. Apa saja dampak bahayanya? Berikut kami berikan penjelasan lebih lengkap tentang penyakit tersebut dan upaya pencegahannya.

Bahaya yang Bisa Terjadi Akibat Penyakit Kista Ovarium

Kista ovarium merupakan kantong kecil berisi cairan yang ada di ovarium. Dalam beberapa kasus, kista bisa muncul dan hilang dengan sendirinya tanpa menimbulkan gejala apapun.

Meski tidak secara langsung akan mengancam nyawa pasiennya, dalam kondisi buruk kista bisa tumbuh dan membesar apabila tidak segera ditangani, berikut beberapa ancaman bahaya penyakit kista ovarium yang harus diwaspadai:

  1. Torsi Ovarium

Disebut torsi karena posisi ovarium bergeser dari seharusnya atau seperti memutar. Kondisi ini disertai dengan gejala nyeri panggul yang terasa parah dan tiba-tiba, kadang-kadang disertai dengan muntah serta mual.

BACA JUGA:  Cara Aman Menjaga Kesehatan Bumil dan Janin di Kandungan

Bahaya dari komplikasi ini yakni bisa menurunkan aliran darah ke ovarium, bahkan menghentikannya. Jika sudah mengalami kondisi ini maka dokter akan merekomendasikan untuk pengangkatan kista agar dapat mengembalikan posisi ovarium.

  1. Kista Pecah

Penyakit kista ovarium jika dibiarkan bisa terus membesar hingga akhirnya pecah. Meskipun dalam beberapa kasus tidak menimbulkan gejala apapun, tapi ada juga penderita merasakan sakit luar biasa di bagian perut atau punggung bawah.

Kista yang pecah tersebut bisa mengakibatkan pendarahan internal, ditandai dengan keluarnya bercak darah dari alat kelamin wanita. Kondisi ini bahkan bisa mengakibatkan tekanan darah rendah yang membutuhkan penanganan darurat berupa pembedahan.

  1. Kista Ovarium Terinfeksi

Ancaman komplikasi ini biasanya terjadi pada penderita kista ovarium yang sekaligus memiliki radang panggul. Dilansir dari sumber kesehatan, perkembangan kista tersebut merupakan respon dari infeksi panggul.

Akibatnya, kista bisa saja ikut terinfeksi dan mengalami pecah sehingga memicu sepsis, yakni respon imun terhadap bakteri berbahaya. Risikonya bisa mengancam nyawa.

Selain beberapa kondisi komplikasi tersebut, penderita penyakit kista ovarium yang tidak segera mendapatkan penanganan juga dapat tumbuh menjadi kanker ganas. Risikonya lebih tinggi pada wanita yang sudah mengalami menopause.

Penyakit Kista Ovarium pada Wanita Jangan Dianggap Sepele

Upaya Pencegahan Bahaya Kista Ovarium

Sebagian besar wanita ketika mengalami penyakit ini memang tidak menyadari kondisi tersebut karena tidak merasakan gejala apapun. Penyakit baru terdeteksi saat pasien melakukan pemeriksaan rutin, seperti cek kandungan.

BACA JUGA:  Mengenal Manfaat Asi Eksklusif untuk Tumbuh Kembang Anak

Risiko dari penyakit kista ovarium seperti sudah kami sebutkan di atas sebenarnya bisa dicegah apabila terdeteksi lebih dini. Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan secara berkala ke dokter kandungan, meskipun Anda sedang tidak hamil.

Selain itu, coba perhatikan siklus menstruasi dengan membuat catatan pribadi. Apabila muncul gejala haid yang tidak biasa pada beberapa siklus atau adanya perubahan tertentu maka segera lakukan pemeriksaan.

Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan kista maka dokter akan melakukan pengecekan lebih lanjut untuk merekomendasikan penanganan yang tepat. Jika masih berukuran kecil, dokter akan melakukan pemantauan terlebih dahulu apakah bisa hilang dengan sendirinya atau justru semakin membesar.

Dalam kondisi tertentu dokter juga akan memberikan pil KB untuk mencegah ovulasi dan mengurangi pembentukan kista baru. Namun apabila dari hasil pemantauan dianggap dapat menimbulkan bahaya dan komplikasi maka dokter akan melakukan operasi.

Ketahui juga tentang gejala-gejala yang dapat ditimbulkan akibat penyakit kista agar bisa segera memeriksakan diri, diantaranya, Nyeri bagian perut dan panggul secara tiba-tiba dan gejala lainnya yaitu:

  1. Demam, bisa timbul sebagai tanda infeksi
  2. Muntah dan mual, sebagai tanda torsi ovarium
  3. Sakit kepala dan seperti mau pingsan
  4. Pendarahan vagina yang bukan menstruasi
  5. Nyeri ketika buang air besar
  6. Terlalu sering buang air kecil
  7. Nyeri saat melakukan hubungan seksual
  8. Mengalami perubahan siklus menstruasi
  9. Mudah kenyang meskipun makan sedikit
BACA JUGA:  Penyakit Gangguan Mental yang Kerap Tidak Disadari

Perawatan penyakit kista ovarium dari dokter tergantung pada kondisi setiap pasien. Namun apabila kondisinya sudah memburuk maka perlu segera mendapatkan pembedahan atau operasi pengangkatan.

Beberapa Prosedur Medis untuk Mendeteksi Kista ovariumnya

Sejauh ini, pemeriksaan kista ovarium hanya dapat dilakukan melalui pengecekan secara medis oleh dokter. Berikut beberapa pemeriksaan penunjang untuk mendiagnosis kista:

Penyakit Kista Ovarium pada Wanita Jangan Dianggap Sepele

  1. Ultrasonografi (USG)

Langkah pertama yang dilakukan oleh dokter untuk mengetahui letak, ukuran, bentuk dan meninjau kondisi penyakit kista ovarium sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

  1. Biopsi

Pemeriksaan dengan mengambil sampel jaringan ovarium untuk dicek di laboratorium. Tujuannya agar dapat mengetahui apakah kondisinya tersebut jinak atau punya potensi menjadi ganas.

  1. Tes Darah

Tes darah diperlukan untuk mengetahui penyakit kista ovarium berpotensi menjadi kanker atau tidak. Salah satunya melalui pemeriksaan protein CA-125, zat tersebut umumnya akan meningkat pada perempuan yang memiliki penyakit seperti radang panggul, kanker ovarium, fibroid rahim atau endometriosis.

  1. Laparoskopi

Prosedur medis dengan memasukkan alat laparoskopi berupa selang yang telah dilengkapi lampu dan kamera. Tujuannya untuk memperhatikan secara langsung kondisi rongga panggul dan organ reproduksi sehingga dapat mendeteksi adanya kelainan atau tidak.

Meskipun bukan termasuk penyakit yang langsung mengancam keselamatan jiwa, tapi sebaiknya melakukan pemeriksaan secara berkala. Sehingga bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat sebelum penyakit kista ovarium tersebut memberikan dampak lebih bahaya dan serius. (Red-detribpas.com)