Membuat Rencana Keuangan Jangka Panjang yang Tepat

Membuat Rencana Keuangan Jangka Panjang yang Tepat

detribpas.com – Rencana keuangan jangka panjang adalah suatu rancangan keuangan dengan periode yang lama. Cara berpikir untuk mengurangi risiko yang mungkin di dapati di masa depan. Waktu yang dibutuhkan yakni lebih dari sepuluh tahun.

Rencana keuangan dapat diterapkan dalam dua bentuk yakni jangka pendek atau jangka panjang. Rencana jangka panjang memiliki tujuan lebih besar dan membutuhkan waktu yang cukup panjang sebelum dicapai.

Dalam membuat rencana keuangan jangka panjang, banyak hal yang perlu menjadi perhatian. Diantaranya adalah rasa tanggung jawab terhadap pendapatan yang telah diperoleh. Selain itu, perlu menyiapkan strategi yang tepat.

Beberapa contoh diantaranya adalah dana pensiun, bisnis, tabungan dan sebagainya. Banyak yang menganggap memulai perencanaan keuangan jangka panjang tidak perlu dilakukan dengan cepat. Namun, nyatanya memulainya di usia 20 tahunan merupakan pilihan yang baik.

Cara Membuat Rencana Keuangan Jangka Panjang

Beberapa hal tidak terduga bisa terjadi setiap saat. Untuk itu perlunya rencana keuangan cukup penting dalam kehidupan. Jika pendapatan sudah stabil, tidak ada salahnya untuk mulai menyusun rencana keuangan dengan prospek jauh ke depan.

Membuat Rencana Keuangan Jangka Panjang yang Tepat

  1. Catat Semua Jumlah Pendapatan

Cara membuat rencana keuangan jangka panjang pertama adalah melakukan pencatatan terhadap semua pendapatan yang dimiliki. Dengan ini, Anda akan lebih mudah melihat pendapatan bersih yang di dapat dari pendapatan setiap bulannya.

BACA JUGA:  Mengatur Keuangan Pribadi dengan Mudah

Gaji bersih adalah dengan tidak memasukkan biaya pembayaran yang sudah pasti seperti pajak, utang dan sebagainya. Dengan melakukan pencatatan dan penjumlahan maka akan lebih membantu dalam mengatur keuangan.

  1. Menyusun Anggaran Pengeluaran

Selain membuat catatan pendapatan, pengeluaran juga perlu dicatat sebagai bagian dari rencana keuangan jangka panjang. Penting untuk mencatat semua pengeluaran yang dilakukan baik harian maupun bulanan.

Dengan rutin mencatat semua pengeluaran, maka Anda bisa mengetahui berapa jumlah uang yang dihabiskan setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, bisa juga menabung dari sisa pendapatan yang tidak terpakai untuk pengeluaran.

  1. Menentukan Prioritas Utama Keuangan

Bedakan antara kebutuhan yang benar-benar diperlukan dengan kebutuhan yang sifatnya tidak terlalu penting. Memiliki tujuan jelas dengan prioritas utama keuangan adalah hal yang harus dimiliki saat membuat susunan rencana keuangan.

Misalnya mengalokasikan sejumlah dana untuk kebutuhan penting seperti belanja bulanan rumah tangga, bayar tagihan air dan listrik, pajak dan sebagainya. Setelah biaya ini telah terpenuhi, Anda jadi bisa menentukan pengeluaran lainnya.

  1. Menyiapkan Dana Darurat

Seringkali terdapat kesalahan dalam menyusun rencana keuangan jangka panjang yakni tidak menyiapkan dana darurat. Padahal dana ini harus disiapkan karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang.

Bagaimana jadinya jika salah-satu anggota keluarga mengalami sakit dan harus di bawah ke rumah sakit yang biayanya tidak sedikit. Dengan adanya dana darurat ini, Anda tidak perlu khawatir karena telah tersedia dana tanpa perlu melakukan pinjaman.

BACA JUGA:  Beberapa Kesalahan Mengatur Keuangan yang Perlu Dihindari

Persiapkan dana tersebut sebesar lima hingga sepuluh persen dari pendapatan selama tiga sampai enam bulan. Dana darurat dapat berbentuk simpanan atau lainnya. Atur anggaran jika kondisi keuangan sudah stabil.

Membuat Rencana Keuangan Jangka Panjang yang Tepat

  1. Perhatikan Jumlah Utang

Perilaku konsumtif berlebihan hingga berutang adalah cara yang salah dalam rencana keuangan jangka panjang ke depannya. Terkadang godaan untuk selalu berbelanja tidak bisa tertahankan. Padahal barang tersebut sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

Jika menginginkan sesuatu ada baiknya menggunakan uang yang disisihkan dan tidak mengganggu keperluan sehari-hari dan tidak menggoyangkan finansial. Apabila terdapat utang lainnya seperti cicilan dan sebagainya, lebih baik untuk melunasi sebelum beli lagi.

  1. Memisahkan Dana Tabungan dan Investasi

Sebelum memulai investasi, pastikan dahulu telah menyisihkan uang untuk berbagai kebutuhan pokok. Perlu diketahui bahwa menabung lebih utama dilakukan daripada investasi. Investasi dapat dilakukan dari uang dingin.

Tingkat likuiditas tabungan lebih tinggi daripada investasi. Selain itu, investasi harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan karena harus dibayar dalam jangka waktu tertentu.

Lebih baik memilih investasi yang tidak terlalu lama sebagai rencana keuangan jangka panjang agar penghasilan menjadi tetap dengan risiko yang lebih sedikit. Ini juga berguna untuk memudahkan dalam mengatur keuangan.

  1. Menyiapkan Dana Asuransi

Memiliki asuransi dapat menghadirkan ketenangan bila keadaan darurat menimpa Anda atau keluarga. Banyak hal yang mungkin terjadi di luar perencanaan. Dengan adanya asuransi dapat menjadi perlindungan.

BACA JUGA:  Mengatur Keuangan Pribadi dengan Mudah

Jika terdapat asuransi, Anda tidak perlu bingung untuk mencari dana pada saat ada keadaan tidak disangka-sangka. Sebaiknya memilih asuransi jiwa sebagai bagian dari rencana jangka panjang.

  1. Memantau Pengeluaran Secara Teratur

Cara terakhir adalah melakukan pemantauan teratur terhadap pengeluaran setiap bulannya sebagai rencana keuangan jangka panjang. Hal ini bertujuan sebagai bentuk evaluasi agar mengetahui kesalahan-kesalahan dalam menggunakan uang dan memperbaikinya.

Anda bisa melakukan pemantauan dalam waktu tiga bulan, enam bulan, sembilan bulan atau satu tahun sekali. Dengan ini akan membantu kondisi finansial agar tetap stabil untuk waktu yang lama.

  1. Selalu Hindari Sikap Konsumtif

Sikap konsumtif merupakan sikap yang banyak dimiliki individu. Banyak kejadian yang didapati bahwa gaji yang nilainya cukup besar tidak dapat memenuhi kebutuhan hingga gaji berikutnya. Bisa jadi hal ini karena adanya sifat konsumtif yang berlebihan.

Kebiasan buruk inilah yang seringkali membuat keadaan finansial menjadi tidak stabil. Akibatnya pemenuhan kebutuhan menjadi tidak terarah dan selalu merasa kurang. Untuk itu, menghindari sifat seperti ini akan lebih menyehatkan finansial Anda.

Cara di atas harus dilakukan dengan disiplin dan dipatuhi setelah dibuat rancangannya dengan jelas. Sebaik apapun rencana, jika tidak dijalankan maka sama saja tidak ada gunanya. Dengan rencana keuangan jangka panjang, Anda bisa memiliki persiapan. (Red-detribpas.com)

Cara Buat Rencana Keuangan Jangka Panjang