Rekomendasi Mesin Pencari Internet Selain Google

Rekomendasi Mesin Pencari Internet Selain Google

detribpas.com – Secara statistik pengguna device Indonesia mayoritas menggunakan mesin pencari internet google. Hal tersebut tentu tidak masalah namun bagaimana ketika kita terlalu bergantung pada satu algoritma saja.

Setiap mesin pencari selalu memiliki perbedaan dalam perferensi dalam memberikan hasil yang kita cari. Misalnya bandingkan saja hasil ketika menggunakan google dan yandex dalam satu keyword.

Adanya advertising pada google membuat relevansi browsing terkadang cukup meragukan. Misalnya bagaimana seseorang dapat mempercayai sumber referensi ketika materi tidak sesuai ekspektasi.

Apalagi ketika kita mencari sebuah produk misalnya, hasil pencarian teratas pasti selalu berkaitan dengan e commerce. Ini adalah kelemahan mesin pencari internet google yang paling mudah dimanipulasi.

Memang hal tersebut memiliki dampak positif karena memudahkan para konsumen untuk mencari produk idaman. Namun bagi akademisi atau pencari informasi hal tersebut tentu tidak memiliki relevansi.

Sehingga kami menyarankan para akademisi untuk menggunakan mesin pencari internet selain google. Terutama ketika melakukan surfing berbahasa Indonesia karena crawling dari bot memiliki fluktuasi.

Ketika kita perhatikan secara seksama robot dari google melakukan crawling pada konten yang tidak ditampilkan web. Sehingga setelah kita masuk dalam source tersebut justru tidak ada konten untuk dilihat.

BACA JUGA:  Inilah Pekerjaan di Bidang Teknologi Paling Banyak Dicari

Persentase Penggunaan Mesin Pencari Internet

Rekomendasi Mesin Pencari Internet Selain Google

Menurut studi dari MIT penggunaan mesin pencari di Amerika serikat dikuasai oleh google dengan persentase 90 persen. Sisanya 6 persen menggunakan yandex, 3 persen duckduckgo, dan 1 persen lainnya.

Persentase tersebut tentu menunjukkan bagaimana rekomendasi relevansi dari google menjadi favorit disana. Namun ketika kita mencari menggunakan bahasa lain maka hasil tersebut akan berubah.

Di asia sendiri persentase penggunaan mesin pencari internet adalah yandex, google, bing, duckduckgo, dan yahoo. Kelima pencari tersebut memiliki pangsa pasar dengan persentase berturut-turut 45, 40, 8, 3, 2, 2.

Dominasi pangsa pasar secara umum memang masih dipegang oleh google dengan persentase terbesar di seluruh dunia. Namun anehnya kalangan akademisi dan jurnalis justru jarang menggunakannya.

Ketika mencari informasi secara spesifik justru para pengguna lebih memilih yandex atau duckduckgo. Keduanya dapat memberikan relevansi lebih dari segi hasil sehingga mampu memenuhi kebutuhan penggunanya.

BACA JUGA:  Seberapa Penting Teknologi Cyber Security dalam Internet?

Mayoritas pengguna google adalah para pencari produk dalam hal konsumtif. Memang perlu diakui dalam memberikan rekomendasi market google masih tidak dapat dikalahkan oleh mesin pencari lainnya.

Sehingga pasar pengguna dari google juga terbatas pada kebutuhan rumah tangga saja. Bahkan di Indonesia penggunaan google mayoritas adalah mencari produk perdagangan dan pornografi.

Mungkin demografi pengguna mesin pencari internet di Indonesia memang masih belum terlalu mahir. Sehingga niche yang mereka cari juga terbatas pada hal-hal mundane setiap hari saja.

Jika merasa bosan dengan algoritma yang ditampilkan oleh google kami sudah merangkum beberapa rekomendasi. Sehingga pengguna dapat memperluas cakrawala pengetahuan menggunakan internet.

Alternatif Mesin Pencari Internet Lainnya

Berikut ini adalah lima rekomendasi yang dapat digunakan ketika menginginkan hasil pencarian lebih optimal. Baik untuk tujuan edukasi, jurnalistik, atau penelitian akan tepat jika digunakan.

Rekomendasi Mesin Pencari Internet Selain Google

  • Swisscows

Ini adalah sebuah mesin pencari internet yang berasal dari developer eropa dengan fitur safety surf. Ini membuatnya ramah terhadap anak-anak sehingga konten eksplisit akan jauh dari rekomendasi.

  • DuckDuckGo

Jika Anda menginginkan privasi dalam melakukan surfing internet maka ini dapat menjadi opsi. Duckduckgo tidak menyimpan data pencarian pengguna sehingga menjamin privasi.

  • Qwant

Jika tidak ingin menemukan hasil monotone maka qwant dapat digunakan sebagai alternatif. Algoritma yang digunakan memungkinkan filter bubble tidak terjadi sehingga hasil semakin bervariasi.

  • Startpage

Ini adalah salah satu search engine yang menerapkan no log policy. Artinya mereka tidak mengetahui siapa pengguna, apa yang dicari, dan detail lain terhadap akses penggunaan.

BACA JUGA:  Mau Cek Pajak Kendaraan, Ini Link Download Aplikasi Terbarunya

Jika Anda masih paranoid dengan privasi pengguna maka ini dapat menjadi salah satu opsi terbaik. Audit dari EPS juga sudah menunjukkan kredibilitas dan integritas terhadap klaim tersebut.

  • Search Encrypt

Bagi para pengguna yang lelah terhadap kebocoran data di internet dapat menggunakanya sebagai opsi. Search encrypt otomatis melakukan pemblokiran hasil yang melakukan tracking pengguna.

Jadi situs nakal tidak akan keluar di rekomendasi sehingga mampu menjaga privasi para penggunanya. Search engine asal eropa ini juga sudah lolos audit EPS dan dinyatakan aman.

Dari lima rekomendasi tadi Anda dapat menyesuaikan dengan kebutuhan penggunaan. Jadi mesin pencari internet tidak harus menggunakan google karena hasilnya memang terkadang masih kurang memuaskan. (Red-detribpas.com)