Cara Kerja Vaksin Melindungi Tubuh dari Ancaman Penyakit

Cara Kerja Vaksin Melindungi Tubuh dari Ancaman Penyakit

detribpas.com – Sudah sejak lama cara kerja vaksin digunakan sebagai salah satu upaya perlindungan tubuh terhadap infeksi menular yang berasal dari patogen berbahaya. Hal ini karena sel imun alami dalam tubuh tidak dapat sepenuhnya mencegah berbagai macam penyakit.

Vaksin sendiri merupakan sebuah senyawa yang dapat merangsang tubuh untuk menghasilkan antibodi terhadap virus maupun bakteri tertentu. Dengan begitu, ada pertahanan dan perlindungan ketika ada ancaman datang.

Tidak hanya digunakan oleh manusia saja, cara kerja vaksin ini juga ada yang khusus digunakan untuk hewan. Sebab beberapa penyakit hewan dapat tertular pada manusia, seperti misalnya rabies yang biasa ada pada anjing, kucing, atau kera.

Ada cukup banyak antibodi yang diberikan pada tubuh untuk memberikan perlindungan terhadap patogen tertentu. Misalnya saja polio, titanus, campak, hepatitis, dan yang saat ini sedang digalakkan yaitu vaksin covid-19.

Cara Kerja Vaksin dalam Tubuh

Cara kerja dari vaksin adalah untuk melatih kekebalan dalam mengenal dan memerangi berbagai patogen, baik virus dan bakteri. Molekul yang disebut antigen akan dimasukkan untuk memicu respons imun dengan memproduksi antibodi dan mengingatnya.

Cara Kerja Vaksin Melindungi Tubuh dari Ancaman Penyakit

Jika sudah demikian, ketika bakteri maupun virus memasuki tubuh maka imunitas tubuh secara otomatis mengenalinya dan menyerang secara agresif. Dengan begitu patogen dapat dicegah sebelum menyebar dan menjadi infeksi penyakit.

BACA JUGA:  Kenapa Manusia Menguap? Ilmuwan Belum Menemukan Jawabannya

Bukan hanya pada tubuh seseorang saja, cara kerja vaksin juga dapat melindungi populasi manusia. Jika ada banyak vaksinasi dilakukan, peluang terjangkit penyakit akan rendah dan memberikan manfaat bagi yang tidak melakukannya.

Hal ini karena jika bakteri maupun virus tidak memiliki inang kuat untuk berkembang biak, maka akan mati seluruhnya. Hal ini disebut juga dengan istilah imunitas komunitas, di mana 70 persen saja yang melakukan baksinasi, maka penyakit dapat hancur seluruhnya.

Mengenal Jenis-jenis Vaksin yang Melindungi Tubuh

Pemerintah telah mewajibkan untuk masyarakatnya melakukan beberapa vaksin penyakit. Ada cukup banyak cara kerja vaksin yang diberikan kepada manusia, berikut adalah penjelasan jenis-jenisnya.

  1. Vaksin Lemah Langsung

Vaksin lemah langsung adalah dengan cara melemahkan virus maupun bakteri sehingga pantogen tidak akan menyebabkan penyakit. Meski telah lemah, namun sistem kekebalan tubuh akan mengenali antigen dan cara melawan di kemudian hari.

Menggunakannya memiliki keuntungan karena menghasilkan kekebalan seumur hidup hanya dengan satu atau dua dosis. Sayangnya, lemah langsung tidak dapat diberikan kepada orang yang memilki daya tahan tubuh lemah seperti penderita HIV atau sedang menjalankan kemo.

  1. Tidak Aktif

Selanjutnya adalah bentuk patogen yang sudah dibunuh dengan menggunakan panas atau kimia tertentu. Namun meski sudah mati, daya tahan akan tetap mengenali untuk dapat melawannya ketika nantinya muncul kembali.

Keuntungan jenis ini adalah mudah dibekukan dan juga disimpan karena tidak ada resiko patogen terbunuh. Sayangnya keakuratan dalam menangkal penyakit tidak lebih kuat dari jenis lemah langsung. Penggunaannya sendiri untuk menangkal polio, hepatitis, dan rabies.

  1. Subunit

Cara kerja vaksin selanjutnya adalah dengan subunit adalah dengan mengisolasi protein maupun karbohidrat tertentu. Nantinya ketika disuntikkan, sistem kekebalan akan bereaksi tanpa timbul penyakit. Biasanya digunakan untuk hepatitis B, influenza, HPV, dan lainnya.

BACA JUGA:  Ternyata dari Sini Cahaya Kunang Kunang Dihasilkan

Keuntungannya adalah minimnya efek negatif karena hanya patogen asli yang disuntikkan tubuh dan bukan seluruhnya. Sementara untuk kekurangan tidak akan memungkinkan mengidentifikasi antigen untuk melatih kekebalan.

  1. Toxoid

Jenis toxoid dengan cara menonaktifkan racun dengan campuran formaldehid dan air. Nantinya imun tubuh dapat belajar mengenali racun yang sudah mati sehingga dapat melawan racun yang masih hidup. Penggunaannya digunakan untuk difteri dan tetanus.

  1. Konjugasi

Beberapa bakteri seperti pada penyakit Hib memiliki lapisan molekul gula sehingga menyamarkan antigen dan menipu imun tubuh. Cara kerja vaksin konjugasi ini dengan menghubungkan antigen juga patogen lain dari penyamaran bakteri.

  1. DNA

Vaksin menggunakan DNA sebenarnya masih dalam tahap percobaan. Cara kerja vaksin ini dilakukan dengan cara membuang bagian yang memang tidak diperlukan pada bakteri maupun virus.

DNA akan memberi instruksi sistem imun menghasilkan antigen dalam memerangi patogen. Meski masih dalam tahap percobaan, namun menggunakan DNA cukup efektif dan efisien dalam melatih sistem kekebalan tubuh. Bukan hanya itu saja, vaksin ini juga cukup mudah untuk diproduksi.

  1. Vektor Rekombinan

Terakhir adalah vektor rekombinan yang menggunakan cara yang hampir sama seperti DNA, yaitu dengan memasukkan DNA dari patogen berbahaya pada tubuh. Nantinya akan ada pemicu pada sistem imun dalam memproduksi antigen.

BACA JUGA:  Mengetahui Fenomena Hujan Meteor dan Seluk Beluknya

Vektor tekombinan saat ini digunakan untuk menangkal beberapa penyakit berbahaya seperti rabies, HIV, juga campak. Sebab tubuh telah melatih dalam mengidentifikasi juga memerangi penyakit yang mungkin muncul nantinya.

Efek Samping Cara Kerja Vaksin

Cara Kerja Vaksin Melindungi Tubuh dari Ancaman Penyakit

Meskipun sangat bermanfaat untuk memproduksi kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu, cara kerja dari vaksin juga memiliki efek samping tersendiri. Misalnya pemberian vaksinasi pada anak akan menimbulkan rasa nyeri atau ruam pada area kulit.

Bukan hanya itu saja, reaksi lainnya dari imunisasi yang cukup umum adalah demam ringan hingga tinggi, bengkak, juga kemerahan sehingga anak menjadi rewel. Gejala efek samping itu nantinya akan hilang dalam 3 hingga 4 hari, atau terkadang akan lebih lama.

Menangani efek samping dari cara kerja vaksin ini adalah dengan memberikan obat untuk menurunkan panas setiap 4 jam sekali. Langkah sederhana lain adalah dengan memberikan kompres air hangat, pakaian tipis, juga menghindari menggunakan selimut.

Jika efek samping tidak segera hilang dan bahkan bertambah parah, sebaiknya segera menghubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut. Namun, paling penting adalah bahwa vaksinasi lebih memberikan efek positif dari kemungkinan efek samping yang muncul.

Tubuh memiliki imunitas alami dalam mencegah penyakit, namun tidak semua patogen dapat dilawan sehingga perlu adanya vaksin. Penggunaan cara kerja vaksin dapat menjadi solusi untuk menghentikan penyakit tidak hanya pada seseorang saja, namun juga satu komunitas. (Red-detribpas.com)