Aurora dalam Sains Fenomena Alam Langka di Langit

Aurora dalam Sains, Fenomena Alam Langka di Langit

detribpas.com – Aurora dalam sains merupakan peristiwa di atmosfer pada ketinggian 100 hingga 1000 km dari permukaan bumi. Fenomena ini terjadi hampir setiap malam pada daerah lingkaran Arktik juga Antartika, namun sangat langka karena tidak dapat dilihat di tempat lain.

Pancaran cahaya dihasilkan di ionosfer dengan perpaduan beberapa warna dengan bentuk berubah secara lembut seperti tirai yang bertiup angin. Penyebabnya adalah interaksi antara partikel muatan matahari dengan medan magnetik di bumi.

Uniknya, meski disebabkan oleh matahari namun keindahannya justru semakin sempurna ketika malam hari. Tidak mengherankan jika banyak orang ingin menikmati keindahan fenomena aurora dalam sains yang hanya di daerah kutub ini.

Ada beberapa fakta mengenai aurora telah diketahui oleh para ilmuwan. Salah satunya adalah bahwa fenomena ini tidak hanya terjadi di planet bumi saja namun juga planet lain pada tata surya.

Proses Terbentuk Aurora dalam Sains

Terbentuknya aurora di dalam sains dipengaruhi angin matahari yang akan terlihat lebih terang ketika sedang kuat. Sebenarnya, tiupan cukup konstan namun bisa berubah setiap harinya karena adanya cuaca termasuk pemanasan dan juga pendinginan matahari.

Aurora dalam Sains Fenomena Alam Langka di Langit

Cuaca juga sering diukur melalui bintik matahari, merupakan bagian terdingin dan akan muncul seperti gumpalan gelap di permukaan panas. Aktivitas pada bintik ini dilacak dalam siklus 11 tahun dan aurora tampak lebih cerah dan konsisten pada puncak aktivitas.

BACA JUGA:  Proses Gunung Api Meletus, Faktor dan Tanda Terjadinya

Ketika angin mendekat dengan bumi, maka akan bertemu medan magnet dan terhalang dengan magnetosfer. Meski begitu, terdapat beberapa ion terperangkap pada cincin penahan sekitar planet yang disebut ionosfer berpusat pada kutub geomagnetik.

Aurora dalam sains kemudian muncul karena atom atau molekul saling bertabrakan dengan partikel yang memiliki muatan, terutama dengan elektron juga proton. Partikel ini berasal dari matahari dengan kecepatan 500 mil per detik kemudian terhisap medan magnet di bumi.

Benturan akhirnya menghasilkan warna yang indah di sekitar kutub utara maupun selatan. Warna hijau merupakan hasil dari benturan elektron dan nitrogen. Sementara itu adanya warna merah merupakan benturan dari elektron dengan oksigen.

Ketika terjadi peningkatan aktivitas angin matahari setiap ekuinoks yang dikenal dengan badai magnet. Hal ini akan menyebabkan aurora tampak di antara garis lintang tengah masa musim semi dan gugur. Fenomena ini juga terlihat hingga Semenanjung Yucatan, Meksiko.

Mengenal Jenis Aurora dalam Sains

Aurora di dalam sains dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan tempat muncul dan ciri-ciri tertentu. Berikut penjelasan singkat mengenai jenis-jenis fenomena cahaya langit yang sangat indah ini.

  1. Aurora Borealis

Jenis aurora dalam sains ini ada di bagian langit utara, jika di Eropa akan tampak kemerah-merahan di utara seperti matahari terbit. Nama Aurora sendiri diambil dari Dewi Fajar yang merupakan kepercayaan Romawi kuno, sementara boreas berarti angin utara dari Yunani.

BACA JUGA:  Kenapa Manusia Menguap? Ilmuwan Belum Menemukan Jawabannya

Borealis cukup terkenal sebab medan tempat menyaksikan fenomena ini jauh lebih mudah. Biasanya akan tampak di wilayah lingkar kutub utara di beberapa negara seperti Kanada, Rusia, Alaska, juga negara-negara di Skandinavia pada September-Oktober dan Maret-April.

Aurora dalam sains jenis Borealis memiliki cukup banyak warna, namun yang paling sering adalah merah muda dan hijau. Meski begitu, warna-warna lainnya seperti kuning, merah, hijau, maupun biru pernah beberapa kali terlihat.

Untuk melihat Borealis lebih jelas, sangat penting untuk memilih tempat yang gelap tanpa polusi cahaya. Selain itu, kondisi langit juga harus cerah dan tidak berawan. Islandia menjadi salah satu kota ideal melihat cahaya utara.

  1. Aurora Australis

Berbeda dengan borealis, jenis aurora dalam sains ini berada di bagian selatan dengan cahaya hijau, ungu, biru, dan juga merah. Jika Borealis dapat dilihat pada waktu tertentu, australis dapat dilihat sepanjang tahun.

Meski demikian, paling baik melihat fenomena langit selatan pada musim dingin antara Mei hingga Agustus dan musim semi pada bulan September. Tempat paling dicari oleh para fotografer untuk mengambil gambar Aurora adalah Tasmania

Beberapa tempat di Tasmania untuk melihat cahaya selatan ini adalah Bruny Island dengan suasana pedesaan sehingga tidak banyak lampu dan polusi kota. Sebab polusi cahaya merupakan faktor penghalang ketika menikmati keindahan fenomena alam aurora.

Tempat selanjutnya Bathurst Harbour, merupakan tempat terpencil yang hanya dapat ditempuh menggunakan pesawat terbang dilanjutkan perahu. Meski demikian, suasana pantai dengan pemandangan australis terlihat mengesankan.

BACA JUGA:  Kehidupan Awal Dimuka Bumi dan Makhluk Hidup Pertamanya

Dampak Terjadinya Fenomena Aurora

Meskipun merupakan fenomena alam yang sangat indah, namun ada beberapa dampak aurora dalam sains yang pernah terjadi. Beberapa dampak adanya fenomena ini adalah seperti berikut.

Aurora dalam Sains Fenomena Alam Langka di Langit

  1. Merusak Satelit

Angin matahari memiliki lapisan elektron yang menabrak magnetosfer juga benda lainnya di atmosfer bumi. Salah satu benda yang berdampak adalah satelit. Tahun 1994 telah terjadi gangguan dua satelit komunikasi Kanada karena bertabrakan dengan elektron.

  1. GPS Terganggu

Dampak aurora dalam sains selanjutnya adalah menganggu frekuensi maupun sistem GPS akibat bertabrakan dengan elektron. Salah satunya adalah milik WAAS, salah satu perusahaan AS yang mengalami permasalahan selama 30 jam.

  1. Telekomunikasi Terganggu

Jaringan telekomunikasi menggunakan sinyal elektronik dengan frekuensi yang sama seperti radio, televisi, maupun internet sehingga peristiwa alam ini mengakibatkan gangguan. Gelombang elektromagnetik komunikasi tidak terpantul ke bumi dan justru ke luar angkasa.

  1. Arus Listrik Terganggu

Aurora di dalam sains juga dapat menganggu jaringan listrik pada setiap kemunculannya. Laporan dari Kanada jika badai matahari pada 13 Marey 1989 mengakibatkan arus induksi eksesif hingga beberapa travo terbakar dan membuat kawasan Quebec padam selama 9 jam.

Aurora merupakan salah satu fenomena cahaya langit langka yang hanya dapat disaksikan pada waktu dan tempat tertentu. Dalam proses terjadinya, aurora dalam sains meskipun tampak indah namun juga memiliki beberapa dampak dalam beberapa hal. (Red-detribpas.com)