Proses Gunung Api Meletus Faktor dan Tanda Terjadinya

Proses Gunung Api Meletus, Faktor dan Tanda Terjadinya

detribpas.com – Proses gunung api meletus bisa menjadi bencana alam yang sangat berbahaya. Apalagi Indonesia memiliki banyak gunung berapi yang sering menunjukkan keaktifannya sehingga masyarakat di sekitar harus waspada dan bahkan terpaksa harus mengungsi.

Bencana alam berbahaya ini bukan hanya memberikan kerugian besar karena kerusakan pemukiman maupun pertanian dari warga. Letusannya juga dapat menyebabkan pencemaran udara serta merusak alam di sekitarnya.

Proses gunung api meletus ini memang tidak dapat dicegah, namun terdapat tanda-tanda yang muncul selama prosesnya sehingga warga bisa menyelamatkan diri. BMKG juga akan terus melakukan pengawasan sehingga dapat mengetahui status mulai dari aman hingga berbahaya.

Proses gunung meletus sendiri karena adanya beberapa faktor penyebab. Faktor paling umum adalah magma yang terkumpul pada dapur magma penuh sehingga terdorong keluar menjadi lava dengan suhu mencapai 700 hingga 1.200 derajat celsius.

Mengenal Proses Gunung Api Meletus

Terdapat tiga tahapan proses gunung meletus, pertama adalah endapan magma di perut bumi. Magma sendiri merupakan batuan cair atau semi cair dan akan lebih mudah naik dan keluar jika semakin encer.

Proses Gunung Api Meletus Faktor dan Tanda Terjadinya

Tahapan kedua proses gunung api meletus adalah gas dengan memiliki tekanan tinggi di dalam perut bumi. Berasal dari suhu sangat panas hingga dapat melelehkan batu-batuan serta menghasilkan gas dan bercampur magma pada kedalaman 60 sampai 160 km di bawah perut bumi.

BACA JUGA:  Terbentuknya Alam Semesta Dilihat dari Teori Pendukungnya

Proses ketiga adalah terdorongnya magma karena adanya gas bertekanan tinggi menuju permukaan. Adanya tekanan pada batuan berat di sekitarnya sehingga pada akhirnya menyebabkan erupsi.

Terdapat beberapa jenis letusan dari proses gunung api meletus dilihat dari daya ledak yang akan sangat bergantung dengan komposisi dari magma. Jenis pertama adalah ketika magma encer dan tipis seperti pada letusan salah satu gunung berapi di Hawaii.

Meskipun gas bisa keluar dengan lebih mudah, namun lava akan mengalir dan tidak banyak menyebabkan korban. Hal ini karena pergerakan dari lava cukup lambat sehingga ada cukup waktu untuk menyelamatkan diri.

Jenis selanjutnya adalah ketika magma kental dan lengket membuat gas tidak mudah keluar sehingga tekanan menumpuk ini mengakibatkan ledakan kuat. Lava akan berhamburan ke udara dan pecah berkeping-keping atau disebut tephra.

Proses gunung api meletus ini sangat berbahaya karena dapat menghasilkan awan tephra panas yang menuruni lereng dan menghancurkan apapun dalam jalurnya. Lapisan abu juga akan kembali dan menyelimuti tempat sekitarnya dan menyebabkan kematian jika cukup tebal.

Faktor yang Mempengaruhi Gunung Api Meletus

Selain faktor umum seperti penjelasan sebelumnya, terdapat juga beberapa faktor lainnya penyebab gunung berapi aktif dan dapat meletus sewaktu-waktu. Berikut beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya peristiwa tersebut.

  1. Peningkatan Gempa Vulkanik

Faktor pertama penyebab proses gunung api meletus adalah adanya peningkatan gempa vulkanik. Gempa ini terjadi karena adanya aktivitas magma, jika semakin banyak dan besar maka gunung berapi dapat meletus sewaktu-waktu sehingga harus meningkatkan kewaspadaan.

  1. Pergerakan Tektonik

Selanjutnya adalah pergerakan tektonik sebagai penyebab suhu kawah meningkat dengan signifikan. Selain itu, pergerakan ini juga dapat meningkatkan tekanan pada dapur magma sehingga membuatnya terdorong ke atas.

  1. Deformasi Badan Gunung

Faktor selanjutnya adalah adanya deformasi badan gunung yang meningkatkan gelombang magnet serta listrik sehingga struktur lapisan batuan seperti dapat magma tersumbat. Deformasi ini dapat diketahui dengan menggunakan analisa geometrik.

  1. Lempeng Bumi Berdesakan

Penyebab proses gunung api meletus selanjutnya adalah lempeng bumi yang berdesakan sehingga menghimpit satu sama lainnya. Ini akan menyebabkan tekanan dan dorongan menuju permukaan bumi dan menjadi ledakan gunung berapi.

  1. Tekanan Sangat Tinggi

Terakhir adalah adanya tekanan sangat tinggi dari dalam perut bumi. Semakin besar tekanan diberikan maka akan semakin besar juga dampak ledakan dalam peristiwa bencana alam ini.

BACA JUGA:  Mengetahui Fenomena Hujan Meteor dan Seluk Beluknya

Tanda Terjadi Gunung Api Meletus

Ada beberapa tanda yang bisa dilihat sebelum terjadinya proses gunung api meletus. Jika sudah ada beberapa tanda beriku, maka sebaiknya segera mengungsi dari daerah sekitar gunung berapi untuk menyelamatkan diri.

Proses Gunung Api Meletus Faktor dan Tanda Terjadinya

Pertama adalah suhu udara naik akibat aktivitas magma di bagian bawah bumi. Magma semakin naik menuju permukaan sehingga suhu di sekitar lereng bisa melebihi ambang normal.

Tanda proses gunung api meletus selanjutnya adalah adanya bau belerang dengan menyengat. Gas ini beracun jika terhirup oleh mahluk hidup dan bisa menyebabkan beberapa hal seperti pusing, mual, bahkan hingga hilang kesadaran.

BACA JUGA:  Mengenal Tentang Gerhana Matahari, Proses dan Jenis-jenisnya

Selanjutnya adalah sumber air mulai mengering karena magma yang semakin dekat dengan permukaan bumi. Suhu panas dari magma menyebabkan air menguap dengan sangat cepat sehingga tidak ada persediaan pada sumber air lagi.

Magma yang semakin naik ke atas membuat suhu menjadi meningkat tajam sehingga berpengaruh dengan akar tumbuhan. Hal ini mengakibatkan tumbuhan di sekitar lereng layu secara tiba-tiba.

Tanda ini menjadi salah satu petunjuk yang banyak digunakan sejak zaman dahulu ketika gunung berapi akan meletus, yaitu hewan-hewan mulai bermigrasi turun. Hal ini sebenarnya karena hewan yang tinggal di sekitar lereng merasakan suhu panas akibat aktivitas magma.

Beberapa hewan ini seperti rusa, macan kumbang, kera, babi hutan, harimau, juga beberapa jenis burung. Semua hewan tersebut akan mencari tempat lebih dingin seperti pemukiman warga.

Terakhir adalah suara gemuruh yang dapat mencapai puluhan kali sebelum peristiwa terjadi, biasanya pada malam hari. Selain itu, aktivitas dari magma semakin tinggi sehingga lapisan batuan bergeser dan mengakibatkan gempa tremor.

Meskipun sisa lahar mengandung zat yang membuat tanah lebih subur, namun aktivitas gunung berapi sangat berbahaya dan memakan korban. Oleh karena itu, perlu mengetahui proses gunung api meletus agar dapat menyelamatkan diri sebelum bencana terjadi. (Red-detribpas.com)