Mengenal Tentang Gerhana Matahari Proses dan Jenisnya

Mengenal Tentang Gerhana Matahari, Proses dan Jenis-jenisnya

detribpas.com – Berbicara tentang gerhana matahari memang cukup membuat banyak orang penasaran. Jika fenomena alam yang hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu itu terjadi, banyak yang ingin melihatnya secara langsung, meskipun harus menggunakan alat bantu.

Jika dibandingkan dengan gerhana bulan, fenomena alam ini cukup jarang terjadi karena hanya beberapa puluh hingga ratusan tahun saja. Oleh karena itu sangat ditunggu-tunggu oleh banyak orang.

Bukan hanya terjadi selama selang waktu lama, namun juga tidak semua tempat yang akan mengalami peristiwa langka tersebut. Terlebih, proses tentang gerhana matahari ini tidak berlangsung lama dan hanya beberapa menit saja.

Oleh karena fenomena alam ini sangat jarang terjadi, sehingga banyak orang pada akhirnya hanya mempelajari bagaimana peristiwa menakjubkan ini dapat terjadi. Selain itu juga memahami beberapa jenisnya yang pernah terlihat di bumi.

Penjelasan Lengkap Tentang Gerhana Matahari

Pengertian gerhana matahari merupakan keadaan ketika bulan mati di antara pusat tata surya dan bumi. Akibatnya sinar yang seharusnya jatuh ke bumi menjadi terhalang dan akhirnya planet tempat tinggal manusia gelap sepeti malam hari.

Mengenal Tentang Gerhana Matahari Proses dan Jenisnya

Peristiwa tentang gerhana matahari terjadi ketika bulan mati sehingga bayangan kerucut menutupi permukaan bumi. Hanya bagian bumi yang tertutup bayangan saja menjadi gelap atau terjadi gerhana. Inilah yang menyebabkan tidak semua tempat yang mengalami fenomena ini.

BACA JUGA:  Kenapa Manusia Menguap? Ilmuwan Belum Menemukan Jawabannya

Bulan sendiri memiliki jenis-jenis bayangan, sebutan untuk itu adalah dan penumbra. Umbra merupakan titik paling gelap dengan bentuk kerucut dengan ujung menuju bumi. Sementara itu, penumbra menjadi daerah samar dengan sedikit terang, berbentuk menjauh dan melebar.

Tentang gerhana matahari total akan terjadi jika permukaan berada di daerah umbra. Sementara itu jika berada di bagian titik penumbra, maka yang terjadi adalah gerhana matahari sebagian.

Ukuran bulan yang jauh lebih kecil daripada bumi, apalagi matahari, dapat menjadi penghalang sebab jaraknya yang jauh lebih dekat. Ini merupakan faktor utama sebab kedua benda langit ini tampak memiliki ukuran sama, meskipun sebenarnya jauh berbeda.

Durasi selama fenomena alam ini terjadi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Jika posisi bumi berjarak di paling dekat dengan bulan dan paling jauh dari pusat tata surya, maka umumnya akan berlangsung selama 7 menit 40 detik pada titik khatulistiwa.

Sementara beberapa negara lain seperti Bangladesh, China, India, juga Nepal yang pernah terjadi tahun 2009 hanya berdurasi selama 6 menit 39 detik. Untuk daerah seperti Kanada, Rusia, dan juga Greenland pada 2021 mengalami fenomena selama 3 menit saja

Mengetahui Proses Terjadinya Gerhana Matahari

Bulan mengelilingi bumi setiap 29,5 hari sekali, sehingga setiap evolusi akan kembali pada posisi tiga benda langit ini sejajar. Meski demikian, orbit bulan lebih miring 5 derajat membuatnya tidak selalu berada pada satu garis lurus.

Proses ini juga sangat dipengaruhi dengan kemiringan orbit bulan karena merupakan faktor seberapa banyak bayangan sampai permukaan bumi. Hal ini sendiri dapat terjadi karena orbit evolusi satelit alami berbentuk elips, bukan berbentuk lingkaran.

BACA JUGA:  Terbentuknya Alam Semesta Dilihat dari Teori Pendukungnya

Setiap kali tentang gerhana matahari terjadi, satelit alami akan menimbulkan tiga bayangan berbeda disebut umbra, penumbra, juga antumbra. Pada umbra, bayangan piringan bulan lebih besar daripada matahari sehingga tidak ada cahaya masuk ke bumi.

Atumbra menjadi bayangan perpanjangan umbra yang kerucutnya menjauhi bumi. Piringan pada satelit lebih kecil dari pusat tata surya. Jika cahaya membentuk lingkaran, maka ketika sampai bumi menjadi gerhana cincin.

Penumbra sendiri merupakan bayangan semu yang ada di antara umbra dan antumbra. Jika semakin mendekat maka akan melebar. Cahaya pada ada titik ini disebut gerhana matahari sebagian.

Mengenal Beberapa Jenis Gerhana Matahari

Tentang gerhana matahari dibedakan menjadi beberapa jenis yang pernah terlihat di bumi. Jenis-jenis ini disebabkan oleh posisi bayangan bulan seperti penjelasan sebelumnya. Berikut beberapa jenis dari fenomena alam yang sangat langka ini.

Mengenal Tentang Gerhana Matahari Proses dan Jenisnya

  1. Gerhana Total

Sama seperti namanya, kondisi ini ketika piringan dari pusat tata surya tertutup total oleh piringan bulan sehingga tidak ada cahaya lolos menuju bumi. Hal ini terjadi ketika ketiganya berada dalam satu garis dengan satelit alami lebih dekat jaraknya.

Akibat jarak yang lebih dekat, sehingga menjadi terlihat lebih besar. Oleh karena itu, meskipun faktanya satelit alami ini berukiran jauh lebih kecil, namun bayangannya dapat menutupi semua cahaya dan menjadi gelap gulita.

  1. Gerhana Sebagian

Jika tentang gerhana matahari ada di puncaknya, sementara piringan pada bulan hanya dapat menutupi setengah dari piringan pusat surya saja, maka akan terjadi jenis sebagian ini. Artinya, daerah ini hanya dilewati oleh penumbra.

BACA JUGA:  Kehidupan Awal Dimuka Bumi dan Makhluk Hidup Pertamanya

Telah dijelaskan sebelumnya, penumbra memiliki bagian yang sedikit terang sehingga ada sinar yang masih tertembus. Maka dari itu, tidak terjadi gelap total seperti malam hari sebagaimana yang terjadi pada gerhana total.

  1. Gerhana Hibrida

Selanjutnya tentang gerhana matahari adalah jenis hibrida merupakan gabungan antara gerhana total dan cincin. Penyebab fenomena alam ini adalah wilayah di bagian bumi sehingga bayangan satelit alami yang menutupi cahaya tata surya berbeda.

Pada daerah-daerah tertentu, mungkin saja sedang terjadi gerhana matahari cincin ataupun total. Sementara itu, untuk wilayah lainnya di bumi akan mengalami fenomena gerhana hibrida ini.

  1. Gerhana Cincin

Terakhir adalah cincin di mana posisi tiga benda langit berada pada satu garis yang lurus namun piringan pada satelit alami jauh lebih kecil. Ini dikarenakan jarak antara bumi dengan satelit alami berada di posisi terjauhnya.

Oleh karena itu, meski berada tepat di depan pusat tata surya, namun ada bagian piringan yang tidak tertutupi. Sinar yang lolos ini akhirnya membentuk seperti lingkaran cincin pada bagian luar piringan satelit alami.

Menjadi fenomena alam yang sangat langka membuat banyak orang yang berbondong-bondong untuk melihatnya. Sayangnya, tentang gerhana matahari total hanya terjadi di wilayah tertentu saja dan durasi yang sangat singkat. (Red-detribpas.com)