Museum Kailasa Wajib Kamu Kunjungi Saat Berlibur Ke Dieng

Museum Kailasa Dieng Wajib Kamu Kunjungi Saat Liburan

detribpas.com – Museum Kailasa Dieng merupakan destinasi wisata yang wajib kamu singgahi apabila berkunjung ke dataran tinggi yang adai di Jawa Tengah ini, soalnya selain panorama alam kamu juga dapat belajar banyak sejarah dari tempat tersebut.

Bentang alam ciptaan Tuhan ditanah Dieng sangatlah indah, sehingga banyak warga wisata baik dari Indonesia dan/atau mancan negara yang ingin singgah ke tanah tersebut, yang secara administrasi terletak di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Rupanya ketika ditelusuri dan eksplore lebih jauh lagi, wisata dataran tinggi ini tidak hanya menyuguhkan panorama alamnya saja. Namun terdapat wisata pengetahuan akan budaya dan sejarah, yaitu melalui Museum Kailasa Dieng.

Ketika kamu berkunjung ke tempat sejarah tersebut, hal yang akan didapatkan tentunya seputar sejarah dan pengetahuan yang baru. Meliputi tentang catatan tatacara pola kehidupan masyarakatnya, serta perkembangan kebudayaan masyarakat yang masih kental, sejarah spiritualitasnya, dan juga akan disuguhkan tentang ilmu perkembangan flaura dan fauna yang ada di daerah tingggi tersebut.

Sejarah Lahirnya Museum Kailasa Dieng

Secara penafsiran penamaan musem, kailasa merupakan nama dari salah satu gunung yang konon ditinggali oleh Dewa Siwa. Data ini dapat dilihat dari kekhasan arsitek bangunan yang dicirikan dengan tempat pemujaan untuk Dewa Siwa.

BACA JUGA:  Lawang Sewu Semarang Tentang Cerita Mistis Sampai Wisata Sejarah

Museum Kailasa Wajib Kamu Kunjungi Saat Berlibur Ke Dieng

Berbicara mengenai keluasan bangunan bersejarah ini memiliki total luas 560 meter yang terdiri dari beberapa bangunan, adapun untuk tahun pertama pembuatan bangun museum tersebut yaitu dibangun pada tahun 1984.

Selang beberapa puluh tahun kemudian, tepat pada tanggal 8 Juni 2008 bangunan kedua dari tempat bersejarah ini ini resmi disahkan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata kala itu yaitu Bapak Jero Wajik.

Museum Kailasa Dieng Menyimpan Banyak Sejarah Dan Pengetahuan

Ketika kamu memasuki bangunan bersejarah ini hal pertama yang akan didapatkan tentunya peninggalan sejarah berupa berbagai arca, mala, makara, lingga yoning, serta berbagai jenis benda purbakala lainnya yang dalam hal ini sangat erat hubungannya dengan culture candi yang ada di daerah Dieng.

BACA JUGA:  Travel Shuttle dan Bus Pariwisata Memiliki Fungsi Berbeda

Selain dalam bangunan tersebut terdapat benda purbakala, hal lain yang dapat kamu pelajari dari berkunjung ke museum Kailasa di daerah Dieng adalah tentang:

Museum Kailasa Wajib Kamu Kunjungi Saat Berlibur Ke Dieng

  1. Sejarah terbentuknya Kawasan dataran tinggi yang menurut cerita dan budaya yang diyakini berawal dari adanya letusan maha dasyat dari Gunung Perahu Tua, hal lain yang dapat dibuktikan adalah ditemuinya beberapa jenis batu andesit yang diteliti merupakan sumber material yang digunakan untuk membangun ragam candi di daerah tersebut;
  2. Kamu juga akan mendapatkan informasi baru dan pengetahuan seputar sejarah kepercayaan yang dianut oleh masyarakat budaya setempat dan diyakini masih diterapkan secara turun temurun hingga era sekarang;
  3. Sejarah tentang proses kreatif pembetukan pola kesenian dan kebudayaan yang dilaksanakan dan dijalankan oleh masyarakat di daerah tersebut;
  4. Sejarah adanya rambut gimbal, dalam hal ini yang terkenal adalah rambut gimbal yang terdapat pada anak khusus sebagai pilihan para leluhur dari masyarakat di daerah Dieng.

Selain kamu mendapatkan informasi dan pengetahuan baru ketika berkunjung ke museum Kailasa dieng, rupanya terdapat fenomena alam yang tersembunyi, yaitu terdapat gazebo yang ketika kamu bersantai disalah satu gazebo ini, kamu dapat melihat view pemandangan dipagi hari proses terangkatnya kabut yang sedari malam menyelimuti sebelum munculnya silver sunrice yang memancarkan keindahan pada dataran tinggi.

BACA JUGA:  Menjadi Agen Mobil Travel Menggunakan Kendaraan Pribadi

Apalagi informasi yang ada bahwa menikmati proses terangkatnya kabut dari candi sangat sulit untuk kalian temukan di spot tempat yang lain walaupun masih sama dikawasan dataran tinggi.

Museum ini untuk jam operasional dibuka pada setiap hari, dimulai dari jam 07.00 WIB pagi dan akan ditutup kembali pada saat tepat jam 16.00 WIB (empat sore). Cukup dengan membeli tiket seharga kurang lebih Rp 5.000,- (perorang) kamu sudah mendapatkan segudang informasi dari museum Kailasa dieng ini.

Nah kurang lengkap apa lagi coba, selain dalam liburan kami dapat menikmati keindahan alamanya, dilain sisi kamu juga dapat belajar tentang banyak sejarah, budaya, dan pola kehidupan masyarakat yang tentunya menjadi pengetahuan baru untuk kamu. (Red-detribpas.com)