Makanan Khas Banyuwangi dengan Bentuk Aneh Tapi Enak

Makanan Khas Banyuwangi dengan Bentuk Aneh Tapi Enak

detribpas.com – Berbicara makanan khas Banyuwangi tentu saja ada banyak variasi tergantung dari setiap wilayah. Mulai dari jajanan sampai makanan utama selalu ada yang unik dari daerah paling timur pulau Jawa ini.

Namun jika membahas kuliner yang biasa saja tentu akan sangat membosankan. Sehingga kami akan membahas beberapa makanan tidak biasa dan mungkin terdengar aneh bagi orang luar daerah.

Selera orang Banyuwangi memang cukup unik karena banyak masakan khasnya jauh dari logika. Mulai dari campuran makanan khas Banyuwangi tidak masuk akal sampai bentuknya aneh.

Semua itu tidak memiliki aspek estetik bagi orang yang akan memakannya. Namun ketika lidah sudah menyentuh beberapa kuliner berikut ini dijamin akan merasa tercengang karena rasanya enak.

Memang sudah banyak para penggemar makanan pedas pasti akan mengatakan nasi tempong khas Banyuwangi terbaik. Namun itu hanya sebagian kecil saja yang masih cukup masuk akal.

Ada beberapa olahan lama yang bagi warga Banyuwangi sendiri cukup aneh untuk disantap. Makanan khas Banyuwangi mulai dari bentuknya tidak karuan sampai tampilan luarnya tidak estetik sama sekali.

Mari kita jelajahi bersama santapan tidak biasa sehingga menjadi salah satu referensi kuliner anti mainstream. Kami sudah mempersiapkan tiga makanan khas dari Banyuwangi paling mencengangkan.

Makanan Khas Banyuwangi yang Aneh, Pecel Rawon

Pecel memang sebuah makanan yang sudah biasa disantap oleh masyarakat mayoritas Jawa. Namun wajarnya hidangan satu ini tidak dikombinasikan dengan lainnya dan langsung dimakan begitu saja.

BACA JUGA:  Cara Membuat Lao Gan Ma Sauce Sendiri dengan Mudah

Makanan Khas Banyuwangi dengan Bentuk Aneh Tapi Enak

Bagaimana jika dikombinasikan menggunakan soto, bayangkan sendiri bagaimana rasa tidak enak yang akan muncul. Namun dengan sedikit tweaking masyarakat lokal mampu membuat kombinasi ini menjadi luar biasa.

Pecel rawon merupakan salah satu makanan khas Banyuwangi yang paling tidak sedap dipandang mata. Tampilannya tidak karuan sehingga membuat para penikmatnya bisa kekurangan nafsu makan.

Memang masyarakat setempat tidak terlalu memperdulikan penampilan ketika memilih sebuah hidangan. Sehingga wajar jika menu seperti pecel rawon bisa tercipta dari sebuah daerah pesisir ini.

Menurut cerita masyarakat sekitar pecel rawon adalah hidangan bagi orang yang membantu acara kondangan. Banyaknya menu pada setiap acara tentu membuat para tetangga membantu ingin mencicipi semua.

Jika semua makanan khas Banyuwangi dimakan tentu saja akan kekenyangan sehingga mereka mencicipi setiap menu dalam satu piring saja. Ternyata campuran antara pecel dan rawon ini bisa menciptakan sensasi luar biasa.

Rawon digunakan juga tidak sembarangan karena awalnya resep rawon tersebut adalah milik seorang warga. Namun karena menjadi sebuah ikon akhirnya resep rawon khusus tersebut sudah banyak diketahui.

Bagi Anda kebetulan melakukan perjalanan ke Banyuwangi jangan sampai lupa mencicipi kuliner satu ini. Tutup mata Anda dan biarkan lidah bicara karena tampilannya tidak elegan sama sekali.

Rujak Soto yang Aneh Namun Enak

Sejarah dari makanan satu ini juga tidak jauh berbeda karena berawal dari ide para tetangga yang membantu acara kondangan. Namun di Banyuwangi sendiri ada tiga jenis rujak soto dengan perbedaan masing-masing.

BACA JUGA:  Berbagai Rekomendasi Topping Saus Mie Paling Nikmat

Makanan Khas Banyuwangi dengan Bentuk Aneh Tapi Enak

  • Rujak Soto Purwoharjo

Jika datang ke daerah Banyuwangi selatan soto yang digunakan untuk kuliner ini adalah soto babat. Kuah dipakai juga cukup kental sehingga cita rasa asam manis dari makanan semakin terasa.

Sebagai sebuah makanan khas Banyuwangi jelas dari segi tampilan tidak menggunakan mata sama sekali. Namun ketika sudah dicicipi pasti otak kita akan bertanya, bagaimana mungkin bisa enak seperti ini.

  • Rujak Soto Licin

Ini adalah jenis rujak soto yang banyak dijual di daerah Banyuwangi kota terutama dekat pelabuhan ketapang. Disini jenis soto digunakan lebih encer dan menggunakan daging ayam.

Jika menyukai makanan dengan rasa mild maka ini dapat menjadi salah satu alternatif terbaik. Rasa pedas juga tidak terlalu tinggi tergantung pada selera pembeli masing-masing.

  • Rujak Soto Kampung

Ini adalah varian original yang menggunakan kuah soto khas acara kondangan masyarakat setempat. Rasanya mild seperti varian licin namun memiliki sensasi gurih berbeda.

Biasanya dikonsumsi tidak menggunakan nasi namun memakai lontong. Ini adalah OG dari rujak soto sebagai makanan khas Banyuwangi tidak boleh dilewatkan ketika mampir.

Dari ketiga varian utama tersebut masih banyak lagi jenis resep tergantung para pembuatnya. Namun secara umum tidak pernah jauh dari pakem tersebut ketika membuatnya.

Nikmati Sensasi Asam Ayam Kesrut Banyuwangi

Bagi Anda yang menyukai masakan dengan rasa asam tentunya sajian ayam kesrut ini patut dicoba. Ini merupakan salah satu kuliner tidak biasa karena memasak ayam menggunakan kuah asam.

BACA JUGA:  Tips Menyimpan Laoganma Chili Oil Agar Tetap Awet

Kuah dari ayam kesrut jika dilihat hampir seperti kuah sop namun bisa saja tidak karena menggunakan bumbu berbeda. Ada dua varian yaitu kuah bening dan satu lagi menggunakan bumbu lebih kental.

Jika menikmati makanan khas Banyuwangi satu ini kita bisa merasakan sensasi segar dari kuah dan belimbing. Belimbing merupakan aspek penting dari ayam kesrut karena menjadi salah satu pemberi rasa asam.

Biasanya ayam kesrut disajikan ketika ada keluarga jauh yang datang berkunjung atau momen lebaran. Kuliner satu ini bisa disantap menggunakan nasi atau lontong tergantung selera.

Sekarang juga sudah banyak rumah makan daerah setempat menyajikan menu seperti ini. Jadi para pelancong kebetulan datang tidak akan kesulitan ketika hendak mencari kuliner unik ini.

Semakin ke timur dari kabupaten maka kuah ayam kesrut akan semakin kental dan terasa pedas. Jika Anda membeli di daerah kota atau dekat pelabuhan maka rasanya akan cukup pedas, jadi hati-hati.

Namun ketika Anda datang dari daerah barat dan membeli di warung daerah kalibaru atau genteng maka kuahnya akan cukup encer. Rasa pedasnya juga mild, lebih mengarah pada sensasi segar dari kuah tersebut.

Tiga kuliner tadi tentu saja merupakan rekomendasi tidak biasa yang perlu dicoba saat berkunjung. Selalu pastikan sebelum membeli makanan khas Banyuwangi untuk menanyakan pedas atau tidak. (Red-detribpas.com)