Mengenal Kuliner Khas Jember dari Tape yang Populer

Mengenal Kuliner Khas Jember dari Tape yang Populer

detribpas.com – Tape merupakan salah satu bahan dari kuliner khas Jember yang populer dijadikan sebagai oleh-oleh. Kota satu ini memiliki kualitas jajanan untuk dibawa pulang paling nikmat dan tahan lama.

Tape singkong sendiri merupakan salah satu jajanan yang populer di kota tersebut. Produksi singkong dari bondowoso dan Jember cukup tinggi dan memiliki cita rasa unik ternyata menjadi alasannya.

Tape dari dua kota tersebut memang sudah terkenal di Jawa Timur sebagai sebuah hidangan nikmat. Namun Jember memiliki keunikan tersendiri karena mampu mengkonversi singkong menjadi olahan lain.

Mulai dari prol tape, suwar suwir, sampai brownies merupakan olahan kuliner khas Jember yang perlu dicicipi. Jika mampir ke daerah ini tidak salah jika mengambil oleh-oleh dari bahan tersebut.

Pada pembahasan kali ini kita akan membedah tiga sajian utama yaitu prol tape, suwar suwir, dan brownies. Ketiganya memang paling laris diburu para pelancong yang datang ke daerah ini.

Cita rasa dan sejarah dari masyarakat menjadi sebuah kearifan lokal tersendiri yang tercermin pada sebuah makanan. Mengulik kuliner khas Jember tentu tidak akan lengkap pada perkembangan varian.

Masyarakat Jember yang sangat heterogen dan banyak pendatang membuat perkembangan kuliner juga cukup pesat. Penyesuaian terhadap selera sangat universal dan memberikan hasil optimal.

Ini merupakan salah satu nilai tambah dari berbagai macam jajanan asal daerah tersebut. Berikut ini akan kami ulas secara lengkap sehingga Anda dapat menemukan referensi oleh-oleh yang tepat.

Prol Tape, Kuliner Khas Jember dengan Sejarah Unik

Mengenal Kuliner Khas Jember dari Tape yang Populer

Jika dilihat secara sekilas prol tape ini terlihat seperti sebuah cake yang sudah dipotong kotak. Memang bentuknya dibuat seperti itu agar cocok bagi selera masyarakat modern terutama luar daerah.

BACA JUGA:  Semudah Inikah Memasak Sate Klatak

Resep prol itu sendiri awalnya diciptakan oleh perkumpulan ibu-ibu yang memang gemar membuat roti. Inovasi datang ketika mereka kekurangan bahan untuk membuat cake dan melihat tape sebagai substitusi.

Awalnya singkong rebus digunakan sebagai sebuah substitusi agar pembuatan kuliner khas Jember tidak menggunakan banyak tepung. Namun ternyata rasa dari tape dapat memberikan keunikan tersendiri.

Adonan yang digunakan untuk membuat prol juga tidak jauh berbeda pada saat kita membuat cake. Ada terigu, susu, telur, margarin, dan susu sebagai base sehingga bentuk dari kuliner tetap kuat.

Setelah beberapa lama membuat masyarakat baru menyadari bahwa prol memiliki daya tahan lebih panjang. Dibandingkan ketika menggunakan singkong biasa, tape memberikan daya tahan lebih lama.

Nama prol sendiri tidak jelas dari mana asal usulnya, namun mitos masyarakat paling kuat karena kue mudah hancur atau “prol”. Itu adalah alasan mengapa kuliner khas Jember satu ini dinamakan prol tape.

Sebagai sebuah jajanan khas tentu saja harganya juga tidak terlalu mahal bagi para pelancong. Hidangan khas dan awet ini bisa Anda bawa pulang dengan harga antara 20 sampai 50 ribu saja.

BACA JUGA:  Inilah Makanan Bajak Laut yang Perlu Anda Ketahui

Karena harganya murah ini merupakan sebuah kuliner yang umum dikonsumsi oleh masyarakat. Prol juga cukup mengenyangkan sehingga sering disajikan dalam sebuah acara pertemuan.

Suwar Suwir, Jajanan dengan Proses Paling Panjang

Terdapat empat tahap dalam pembuatan suwar suwir yang jarang diketahui oleh orang. Mulai dari pembuatan adonan, memasak, mendinginkan, dan mengawetkan berikut ini detailnya.

  • Adonan

Adonan dalam kuliner khas Jember satu ini terdiri dari tepung ketan, tepung beras, tape, dan garam. Ini harus diaduk sampai menjadi satu kemudian disisihkan karena ada adonan lainnya.

Kemudian kita juga perlu membuat adonan cari berisi gula merah, gula putih, dan susu. Ini perlu dicampur dan didihkan kemudian disaring agar tidak ada endapan ketika nanti dicampur.

  • Proses Memasak

Proses memasak sebenarnya baru dimulai disini dimana dua adonan tadi kita campurkan sedikit demi sedikit. Kita masak menggunakan api kecil dan aduk merata sampai konsentrasinya seperti bubur.

Tahap ini tidak boleh ditinggal karena ketika tidak diaduk maka bagian bawah adonan akan gosong. Sehingga proses pembuatan kuliner khas Jember satu ini hampir sama seperti membuat dodol.

Kemudian kita juga perlu menambahkan santan sedikit demi sedikit sebagai tahap terakhir. Proses pengadukan masih terus dilakukan sampai akhirnya semua lengket seperti dodol.

  • Pendinginan

Proses pendinginan dilakukan dengan cara menuangkan adonan jadi tadi pada sebuah loyang. Perlu didinginkan dan dijaga sampai semua uap panas menghilang tanpa menggunakan mesin pendingin.

  • Pengawetan

Proses pengawetannya berkaitan dengan pendinginan dan waktunya cukup lama. Sampai semua adonan tadi mengeras seperti permen baru kita boleh membungkusnya.

BACA JUGA:  Inilah Jajanan Anak Sekolah Yang Disukai Semua Generasi

Proses pembuatan satu batch suwar-suwir biasanya membutuhkan waktu satu hari penuh belum termasuk pendinginan. Jadi ini adalah jajanan nikmat dengan proses panjang yang perlu dicoba.

Brownies Tape, Jajanan yang Awet untuk Dibawa Pulang

Mengenal Kuliner Khas Jember dari Tape yang Populer

Jajanan yang bisa dibawa pulang ke daerah jauh dari Jember tentu harus awet. Brownies tape merupakan salah satu opsi makanan ringan dengan daya tahan tinggi dan cocok dibawa dalam perjalanan.

Awalnya ini adalah sebuah eksperimen mahasiswa universitas di daerah setempat. Tape jika dikonsumsi biasa saja tentu akan sangat membosankan, mengapa tidak digunakan sebagai kuliner khas Jember yang unik.

Ide tersebut mendapatkan respon positif dari masyarakat setelah mengetahui keunggulannya. Dari segi rasa sendiri tentu tidak jauh dari brownies biasa namun ada sensasi ringan asam tape.

Fungsi dari tape selain sebagai substitusi dan tambahan tepung juga sebagai pengawet. Ketika kita menggunakan tepung biasa mungkin brownies hanya mampu bertahan paling lama lima hari saja.

Namun ketika kita membandingkannya dengan brownies tape Jember tentu jauh berbeda karena bisa awet sampai satu minggu lebih. Ini adalah salah satu jajanan tanpa bahan pengawet buatan yang sangat direkomendasikan.

Berbagai variasi rasa sekarang juga sudah dikembangkan sehingga membuat para konsumen tidak pernah bosan. Ini adalah sebuah inovasi dalam dunia kuliner yang perlu diberikan sebuah apresiasi tersendiri.

Jika melakukan perjalanan melewati kota Jember jangan sampai lupa membawa oleh-oleh. Banyak kuliner khas Jember yang dapat dijadikan sebagai buah tangan untuk keluarga tercinta di rumah. (Red-detribpas.com)